KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Program pemberian pupuk organik bagi petani yang digulirkan oleh Pemkab Banyuwangi memberikan hasil positif pada hasil pertanian daerah. Salah satunya pada petani cabai yang penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas panen cabai petani.
[irp]
"Alhamdulillah, pemakaian pupuk organik ini membuat tanaman jadi lebih subur. Karena bentuknya pupuk organik cair, unsur hara yang ada bisa diserap dengan baik oleh akar tanaman. Tanaman jadi lebih sehat dan tahan penyakit," ujar Jamali.
Jamali mengatakan, sebelumnya, tanaman cabai miliknya menggunakan pupuk kimia saja. Namun kemudian terjadi kelangkaan pupuk pada 2020 lalu, yang membuatnya dan banyak petani lain sempat bingung untuk bercocok tanam.
Dia menceritakan, pasca penggunaan pupuk organik, dia berhasil memanen sebanyak 4 kuintal di lahan seluas 0,8 hektar.
"Tanaman cabai saya lebih sehat, kualitasnya bagus. Kami berharap program ini bisa berjalan terus," kata Jamali saat dikunjungi Bupati Abdullah Azwar Anas.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan mengungkapkan, pemkab telah memberikan bantuan pupuk gratis kepada petani di seluruh Banyuwangi. Pada tahun lalu, setiap kecamatan mendapatkan jatah pupuk organik untuk 400 hektar tanaman pangan dan ratusan hektar untuk tanaman hortikultura.
"Seperti Kecamatan Wongsorejo ini mendapat alokasi pupuk organik yang digunakan 400 hektar untuk tanaman pangan, dan 743 hektar untuk tanaman hortikultura, termasuk lahan cabai. Jadi di setiap kecamatan tak kurang dari 1.000 hektar lahan pertanian mendapatkan bantuan pupuk organik," kata Arief.
Wongsorejo sendiri, lanjutnya, merupakan sentra pertanian cabai di Banyuwangi, dan salah satu pemasok cabai di pasar nasional. Dari total 3795 hektar kebun cabai di Banyuwangi, 2.105 hektarnya ada di Kecamatan Wongsorejo.
Sementara itu Bupati Azwar Anas mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian daerah. Terlebih Banyuwangi merupakan salah satu lumbung pertanian di Jawa Timur. (hen)
Editor : Apriliana Devitasari
Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Penyidikan kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, kini mulai mengarah…
Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
KLIKJATIM.Com | Bone – Upaya memperkuat produksi tebu nasional terus dipacu oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara…
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…
Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, kini mengantongi ruang fiskal baru untuk mengakselerasi pelaksanaan berbagai program…
Huawei Buka Gerai Resmi Pertama di Gresik, Sasar Konsumen hingga Bojonegoro
Huawei resmi membuka gerai pertamanya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berlokasi di lantai LG Icon Mall Gresik, tepat di samping Transmart, Huawei Store tersebu…