KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Maling itu punya banyak akal dan cara untuk meloloskan diri sambil membawa barang curiannya. Seperti yang dilakoni Mukhlason (24) pencuri sepeda motor asal Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan ini memilih menuntun sepeda motor curiannya. Harapannya hanya satu, aksinya berjalan mulus tanpa dipergoki pemilik apalagi massa.
[irp]
Namun prediksi Mukhlason ini ternyata meleset. Bukannya lolos dari pantuan pemilik, malah dipergoki massa di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Akhirnya pencuri ini menjadi bulan-bulanan massa. Itu terjadi pencuri tamatan SMP ini tertangkap basah hendak mencuri motor milik Amirul Kusnia (19) warga Desa Branang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
"Pelaku berhasil kami amankan setelah menjadi bulan-bulanan massa yang memergoki aksinya. Mukhalason hanya mengalami luka memar di bagian pipi, pelipis kiri dan bagian bibir akibat amukan dari warga," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.
DIkatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Lekok bersama barang bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT warna merah hitam milik korban. Dijelaskan, aksi pencurian itu diawali saat korban memarkir motornya di teras rumah sekitar pukul 19.30. Setelah itu, ditinggal masuk ke dalam rumah dalam keadaan tidak terkunci setir.
Sekitar pukul 20.15, korban keluar rumah namun melihat sepeda motor yang diparkir di depan teras rumah sudah tidak ada di tempat. Akhirnya korban memanggil suaminya dan mengatakan motornya tidak ada di teras rumah. Sehingga suami korban melakukan pencarian ke sekeliling rumah. Setelah itu suami korban memergoki pelaku sedang menuntun sepeda motor miliknya ke arah Balai Desa Branang.
“Suami korban lantas meneriaki pelaku maling-maling yang dapat mengundang massa. Akhirnya pelaku tertangkap massa dan diamankan oleh perangkat Desa ke balai Desa Branang,” ujar AKP Endy Purwanto.
Saat itu polsek Lekok mendapatkan informasi adanya warga yang diamankan karena mencuri motor. Petugas pun mendatangi lokasi. Mereka lantas mengevakuasi pelaku dari kerumunan massa untuk di bawa ke Mapolsek Lekok guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara, aksi ini dilakukan karena motif ekonomi. (hen)
Editor : Redaksi