KLIKJATIM.Com | Bondowoso – Dijadwalkan tim penilai UNESCO melakukan menilaian kelayakan Ijen Geopark pada April-Juni 2021 mendatang. Sejumlah ormas kepemudaan dirangkul untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. “Memantapkan Ijen Geopark dan keterlibatan masyarakat yang bertujuan untuk konservasi, dan juga pembangunan ekonomi,” kata Ketua Pelaksana Harian Ijen Geopark, Arif Setyo Raharjo, Rabu (20/1/2021).
[irp]
Pada Selasa (19/1) pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) telah menggelar FGD (Forum Grup Discussion) di Aula Disparpora setempat, Selasa (19/1). Temanya sosialisasi Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG).
Hadir sejumlah organisasi kepemudaan di Bondowoso. Yakni GP (Gerakan Pemuda) Ansor, IPNU (Ikatan Pelajar NU), Pemuda Muhammadiyah, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar), GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan sejumlah organisasi lain.
Arif menjelaskan keterlibatan organisasi kepemudaan dikarena pemuda memiliki energi, punya semangat. Juga simbol jaringan yang kuat untuk membantu mensosialisasikan Ijen Geopark secara masif pada masyarakat. “Ijen Geopark gawe bersama, tidak hanya pemerintah akan tetapi organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan,” kata Arif.
Untuk capaian tahun ini Ijen Geopark menjadi kegiatan dan kerjasama bersama telah memberikan nilai yang baik. Pihaknya tengah menyiapkan secara fisik aminitas, Sarpras (Sarana dan Prasarana) wisata dan sarpras Ijen Geopark sendiri.
“Khususnya Kecamatan Ijen, Sumberwringin dan Cermee, itu untuk delineasi utama ditambah 11 kecamatan lainnya. Kita harapkan sosialisasi ini, capaiannya insyaallah sudah bagus untuk awal,” urainya.
OPD atau Dinas lain yang terlibat dalam Ijen Geopark ini juga diharapkan gencar melakukan sosialisasi. Diantaranya Dinas Pendidikan, DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), dan Diskoperindag. Total 16 OPD yang terlibat.
Tim dari UNESCO diperkirakan akan datang ke Bondowoso antara April – Juni, untuk melakukan assessment atau penilaian. Masyarakat diharapkan siap menyambut mereka.
Sementara Disparpora Bondowoso tidak hanya melibatkan organisasi kepemudaan dalam mensosialisasikan Ijen Geopark. Tetapi juga komunitas, pegiat media sosial dan sejumlah elemen masyarakat lainnya hingga ke tingkat bawah.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Kapriyanto menyambut baik upaya pemerintah dalam mengenalkan bentang alam di Bumi Ki Ronggo ke kancah internasional. “Ini progres yang luar biasa. Ini kesempatan kita untuk membranding Bondowoso. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya ini,” terangnya.
Untuk diketahui bahwa ada tiga situs di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur yang diajukan ke UNESCO Global Geopark. Yakni situs geologi, biologi dan culture (budaya).
Situs gelogi ada sembilan. Terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Blalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So’on Solor. Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara situs budaya yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kop.(hen)
Editor : Abdus Syukur