klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soal Rute Jalan Tol, Pemkab Bojonegoro Sodorkan Jalur Solo Valley Werken

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan. Afif/klikjatim.com
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan. Afif/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro -  Kajian pembangunan jalan tol  Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Kabupaten Gresik terus berjalan. Hasa jasa dalam  penentuan rute Kabupaten Bojonegoro - Kabupaten Tuban belum ada titik temu.  “Kedua Kabupaten masih bersikukuh dengan pendapat masing masing berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” kata Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan, Senin (11/1/2021)

[irp]

Dijelaskanya Kabupaten Bojonegoro menginginkan pembangunan rute jalan tol mengikuti jalur Solo Valley Werken, dari Kecamatan Ngraho sampai Baureno. Sedangkan, Kabupaten Tuban sendiri menginginkan melewati Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, lalu Kacamatan Parengan hingga ke Kacamatan Jenu Kabupaten Tuban.

Bagi Kabupaten Bojonegoro jalan tol mengikuti jalur Solo Valley Werken dirasa lebih mudah. Berada di tanah negara dan tidak perlu dilakukan pembebasan lahan. Selain itu akan mamacu pertumbuhan ekonomi wilayah Bojonegoro Selatan yang digadang-gadang akan menjadi tempat industri. 

“Sedangkan untuk jalur gerbang exit tol, keinginan dari Pemkab Bojonegoro nantinya bakal melalui Kecamatan Widang Kabupaten Tuban,” katanya 

Ia menambahkan, lahan Solo Valley memilik panjang sekitar 120 kilometer dengan lebar antara 70 meter sampai 150 meter yang melewati kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Sedangkan untuk Solo Valley di Bojonegoro melewati Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Ngasem, Purwosari, Dander, Kapas, Sumberejo, Balen, Kepohbaru, dan Baureno.

“Bila disetujui bakal melalui rute Solo Velley di Bojonegoro, panjang tol yang melewati Bojonegoro sekitar 89 Kilometer,” imbuhnya

Berbeda dengan Pemkab Tuban. Pemkab Tuban menginginkan tol melalui wilayah barat, yang merupakan sentra industri. Keberadaan jalan tol bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

 “Kabupaten Tuban menginginkan melalui wilayah Tuban bagian barat, mengingat daerah Tuban barat juga memiliki potensi besar terhadap pengembangan ekonomi. Selain itu, juga terdapat industri besar disana,” lanjut Ramses

Untuk  Kabupaten Lamongan tidak begitu mempermasalahkan. Lamongan sudah diapit oleh dua tol, yaitu Pantura dan juga tol dari Surabaya sampai Solo.

Keputusan terkahir tentang rute tol, bakal diputuskan oleh Kementerian PUPR. Pembangunan jalan tol merupakan program presiden sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbang kertosusila. Sehingga pembangunan direncanakan selesai 2024.

“Kapan dimulainya kita belum tau secara pasti, tetapi rencananya ditargetkan bisa selesai pada tahun 2024.Sekitar pada Bulan Februari mendatang dengan mengundang semua stake holder terkait untuk melakukan pembahasan,” pungkasnya. (rtn)

Editor :