klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bicara di Depan Tiga Perwakilan Negara Sahabat, Mensos Ajak Perkuat Mitigasi Bencana

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita (topi merah) saat menghadiri gelar jambore tingkat nasional. (Didik N/klikjatim.com)
Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita (topi merah) saat menghadiri gelar jambore tingkat nasional. (Didik N/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Kampung Siaga Bencana. Pasalnya, disadari bahwa sebagian besar wilayah Indonesia rawan bencana alam.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya di depan tiga perwakilan negara sahabat seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Myanmar, saat menghadiri jambore dan bakti sosial bersama Tagana tingkat Nasional di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/9/2019).

"Untuk itu mari kita belajar dan bersahabat dengan alam. Dengan begitu bencana alam bisa kita minimalisir," kata Agus.

Maka, dalam kesempatan ini harus benar-benar dioptimalkan. Tujuannya untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat.

[irp]

"Tagana Jawa Timur telah memulai gerakan untuk menjaga alam, dengan menyemai bibit pohon keras untuk dibagikan ke masyarakat di 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur," paparnya.

Dalam gerakan ini setiap Tagana menyemai 100 bibit. Sedangkan jumlah Tagana Jatim sebanyak 1.600 personel. Dengan demikian, maka terkumpul sebanyak 160 ribu bibit pohon.

“Masyarakat bisa mendapatkannya secara gratis dengan membawa 5 sampai 10 botol plastik bekas untuk ditukar bibit pohon,” lanjutnya.

Kata Mensos, dengan menggalakkan gerakan menanam pohon, akan ikut membantu mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, juga menambah sumber oksigen di bumi, menyimpan air dalam tanah, menyerap polusi udara, mencegah banjir, dan juga mencegah erosi.

“Dengan menanam pohon kita telah melakukan salah satu dari upaya mitigasi bencana," terang Menteri.

[irp]

Berdasarkan UU 24/2007 bab I pasal 1 angka 9, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

"Komitmen menjaga alam sebagai bagian dari mitigasi bencana harus terus didukung dan pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi Tagana dan masyarakat untuk berinovasi dan berkreatifitas dalam menjaga alam, menjaga bumi tetap lestari," tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa jambore diadakan di tiga titik di Jawa Timur, yakni Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo. Total peserta yang hadir sebanyak 2.750 Tagana seluruh Indonesia, perwakilan ASEAN Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar. Hadir pula perwakilan NGO lokal, NGO internasional, Perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB), Pilar-pilar Sosial, dan relawan kebencanaan lainnya. (dik/roh)

Editor :