klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

RSUD Kota Mojokerto Tak Mufakat Terima Pasien Covid, Enam Orang Ngantri di IGD

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas pendaftaran pasien RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto saat menjalankan tugas. IST
Petugas pendaftaran pasien RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto saat menjalankan tugas. IST

KLIKJATIM.Com I Mojokerto -  RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto sudah tak mampu menampung pasien Covid-19 . Dua hari terakhir terjadi lonjakan pasien yang menyebabkan ruang perawatan pasien Covid-19  penuh. Bahkan ada enam pasien Covid-19 tertahan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) nunggu antrian.

 [irp]

Plt Direktur RSU dr Wahidin Sudiro Husodo,  Triastutik, mengatakan kapasitas tempat tidur yang dimiliki hanya 66 unit. Tujuh di antaranya direnovasi, sehingga tinggal tersisa 59 tempat tidur.  "Kapasitas 66, kita perbaiki ICU tujuh titik. 59 sekarang. Nah, sekarang isinya 69 overload 10 kan," kata Triastutik, Kamis  (17/12/2020).

Dia menambahkan, enam pasien suspect saat ini masih menunggu dipindahkan ke ruang isolasi Covid-19. Dia berharap pasien yang menjalani perawatan segera sembuh sehingga bisa diisi yang di IGD.

"Ini kami berproses. Pasien yang sudah tidak ada gejala sudah membaik walau positif akan digeser ke relawan. Ada rumah singgah baik kota maupun kabupaten," katanya.

Triastutik menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota maupun Kabupaten Mojokerto untuk membantu ketersediaan ruang perawatan pasien Covid-19 itu.

"Kita akan koordinasi pasien-pasien yang tidak bergejala walau pun masih positif kita akan pindahkan ke rumah singgah," katanya.

Dia juga berharap, untuk kasus-kasus yang ringan dan sedang Covid-19 hendaknya bisa dirujuk ke rumah sakit swasta yang ada di Kota maupun Kabupaten Mojokerto. Tujuannya mereka tidak membebani RS rujukan Covid-19. "Kalau gejala berat baru dirujuk ke sini. ,” katanya.

Triastutik mengakui tak ada jaminan alat bantu nafas selalu tersedia.  Seandainya alat bantu nafas tidak ada dan pasien membutuhkan, terpaksa pihaknnya merujuk pasien ke luar kota.

Dokter spesialis anak ini menyebutkan, pasien Covid-19 yang berada di RS mayoritas warga Kabupaten Mojokerto. Jumlahnya mencapai 80 persen dari total 75 pasien terpapar yang ada di RS.

Triastutik masyarakat patuh menjaga protokol kesehatan. Dia menyebut, masyarakat mulai lengah terhadap prokes dalam penerapan kehidupan sehari-hari, sehingga menimbulkan lonjakan di akhir tahun.

"Misal pakai masker saja sudah bisa menurunkan berapa prosentase penularan apalagi jaga jarak, cuci tangan. Kuncinya ya karena masyarakat kurang disiplin dan patuh," katanya.(hen)

Editor :