klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Balap Sepeda 15 Remaja Sepanjang Sidoarjo Berujung Petaka, Tubuhnya Disiram Air Keras hingga Cacat Permanen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Satu dari tiga pelaku penyiraman remaja Sepanjang, Sidoarjo diamankan polisi.
Satu dari tiga pelaku penyiraman remaja Sepanjang, Sidoarjo diamankan polisi.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Sebanyak 15 remaja asal Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo disiram air keras oleh karyawan pabrik produsen air keras. Akibatnya, belasan remaja itu kini mengalami cacat tubuh permanen.

[irp]

Pelaku penyiraman tersebut tiga orang. Dua pelaku masih di bawah umur. Sementara satu pelaku bernama Bagus Aji Santoso. Oleh polisi para pelaku telah dibekuk. Mereka dijerat pasal 351 KUHP dengan penganiayaan dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara.

Wakastreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, peristiwa penyiraman air keras ini terjadi pasa Rabu (9/12/2020) lalu. Para remaja kampung itu saat melam hari menggelar balap sepeda onthel atau sepeda angin. Namun, tampaknya kegiatan para remaja ini mengganggu para karyawan pabrik lantaran gaduh.

“Awalnya tersangka merasa terganggu oleh suara gaduh yang dibuat remaja kampung tersebut saat menggelar balap sepeda angin. Setelah bersitegang, tersangka Bagus Aji Santoso bersama karyawan yang lain masuk kedalam pabrik untuk mengambil air keras. Dengan penuh kemarahan lalu mereka menyiramkannya kepada belasan remaja itu,” tutur Imam, Rabu (16/12/2020).

Akibat perbuatan keji itu, belasan remaja tersebut mengalami luka bakar cukup serius. Ada yang terluka bagian tangan, punggung, telinga, dagu, bahkan ada yang tersiram bagian matanya.

“Saat ini, beberapa diantaranya masih dirawat di RS Siti Khodijah Sepanjang termasuk yang tersiram bagian mata,” terang Imam.

Kejadian tersebut sontak menimbulkan amarah keluarga korban dan warga sekitar. Tanpa dikomando, mereka mendatangi pabrik yang memproduksi air aki tersebut dan merusak beberapa fasilitas pabrik.

“Saat itu kami mengamakan 15 karyawan pabrik untuk menghindari amuk massa. Namun setelah diinterogasi, kami menetapkan tiga tersangka. (mkr)

Editor :