KLIKJATIM.Com | Surabaya - Menjelang libur natal dan tahun baru (nataru) stok daging dan telur di Jatim dipastikan aman. Hanya saja, tetap ada kemungkinan kenaikan pada harga komoditas tersebut.
[irp]
Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmi Niamawati mengatakan, ada kemungkinan kenaikan harga komoditas tersebut saat mendekati libur nataru. Kata dia, hal itu disebabkan tingginya permintaan dari konsumen.
Umumnya, kata Wemmi, kenaikan harga terjadi pada H-3 sampai H+3 libur Nataru. Bahkan, prosentase kenaikan harganya bisa mencapai 20 persen. "Persentase kenaikannya mencapai 10-20 persen," ujar Wemmi, Selasa (15/12/2020).
Menurutnya, meski terjadi kenaikan harga daging sapi, biasanya dipengaruhi oleh psikologis, bukan karena stoknya yang kurang. Sepanjang Desember, diperkirakan kebutuhan daging sapi Jatim berada di kisaran 10.197 ton. Sementara untuk stok daging sapi tersedia 10.979 ton.
"Jadi, karena ada libur perayaan hari besar nasional, lalu harga dinaikkan. Yang pasti bukan karena stoknya yang kurang," ujarnya.
Wemmi juga menjelaskan, stok daging yang ada akan diprioritaskan untuk warga Jatim terlebih dahulu. Namun, jika memang ada surplus maka akan disalurkan ke provinsi lain.
Stok daging sapi tersebut, jelasnya, berasal dari peternakan yang ada pada hampir seluruh kabupaten/kota di Jatim.
"Peternakan sapi ada di Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Magetan, Nganjuk dan lainnya. Paling banyak penghasil daging sapi adalah Madura, khususnya Sumenep," jelasnya.
Sementara untuk stok daging ayam broiler di Jatim pada bulan Desember sebanyak 43.852 ton, dan kebutuhan untuk Jatim sebesar 31.768 ton. Untuk telur ayam ras pada Desember 2020 sebanyak 69.703 ton, dan kebutuhan untuk Jatim sebanyak 29.971 ton.
"Dari ketersediaan daging sapi, daging ayam dan telur ayam, dapat diketahui kalau mencukupi dan ada kelebihan, serta dapat memenuhi kebutuhan rutin dan keperluan seperti natal dan tahun baru 2021," pungkas Wemmi. (mkr)
Editor : Redaksi