klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jelang Nataru, Stok Bahan Pokok Komoditas Utama di Jatim Aman

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Drajat Irawan saat memantau harga sembako di pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Drajat Irawan saat memantau harga sembako di pasar.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Monitoring terhadap ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok terus dilakukan Pemprov Jatim menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

[irp]

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Drajat Irawan mengatakan, Nataru tahun ini berbeda karena adanya pandemi Covid-19. Anjuran-anjuran seperti sosial distancing sedikit banyak turut menurunkan aktifitas jual-beli di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau dinas-dinas terkait di seluruh kabupaten/kota di Jatim melakukan berbagai langkah agar ketersediaan bahan pokok cukup dengan harga yang terjangkau. Menurutnya, bahan pokok menjadi bagian penting untuk terus didorong stabilisasi harganya karena terkait dengan pembentukan inflasi.

Drajat memastikan, sejumlah komoditas utama seperti beras, gula pasir, daging sapi, minyak goreng, dan tepung stoknya mencukupi dan aman hingga pelaksanaan Nataru 2020 dan 2021.

Dipaparkan, stok bahan pokok yang ada di Bulog Divre Kanwil Jatim adalah beras sebanyak 229.698 ton, gula pasir 223.490 ton, minyak goreng 273.468 ton, dan tepung terigu 75.840 ton. Kemudian di Dinas Peternakan Jatim stok daging ayam sebanyak 3410 ton, telur 24.998 ton. Dinas Perkebunan stok gula pasir 940.319,10 ton.

“Data yang dihimpun melalui Siskaperbapo memang ada kenaikan pada komoditas cabe  karena ada penurunan jumlah pasokan dan mulai masuknya musim penghujan serta adanya fenomena La Nina. Sementara untuk komoditas lain masih cukup terkendali,” jelas Drajat, Kamis (10/12/2021).

Drajat juga mengimbau kepada dinas terkait yang ada di kabupaten/kota untuk menggelar kegiatan pasar murah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar tercapai harga yang stabil pada HBKN Nataru 2020 dan 2021.

“Monitoring dan koordinasi dari dinas beserta pihak terkait lainnya diharapkan dapat membuat distribusi kian bertambah lancar, ketersedian cukup, serta harga yang stabil,” pungkasnya. (hen)

Editor :