Hanyutnya rumah apung ke bibir pantai diketahui lantaran rantai penahan yang diikatkan pada jangkar putus sehingga menyebabkan rumah apung dibawah gelombong hingga ke bibir pantai tak jauh dari pemukiman warga. Salah satu saksi mata Jaka, melihat hanyutnya rumah apung terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, saat itu kondisi air laut sedang pasang.
Khawatir rumah apung akan hanyut ke arah rumahnya, Jaka kemudian mengikutinya melalui penerangan lampu senter. "Rumah apung itu sempat sangkut beberapa kali sebelum kandas di pantai, saya khawatir akan menghantam rumah saya makanya saya ikuti terus dengan lampu senter, "tutur Jaka.
Tak begitu lama, akhirnya rumah apung tersebut kandas di bibir pantai tak jauh dari lokasi rumahnya. Khawatir rumah apung akan bergeser menghantam pagar karang di rumahnya, Jaka bersama dengan beberapa warga akhirnya berinisiatif mengikatnya dengan tali tampar.
Pantauan di lapangan saat ini rumah apung yang sempat menjadi tujuan wisata warga Bawean beberapa bulan lalu itu akhirnya hanya menjadi tontonan warga sekitar. Cukup disayangkan kondisi rumah apung tersebut sudah banyak yang rusak, mulai rantai dan besi yang karat, hingga gabus pengapung mulai berserakan di lokasi terdamapar.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, pihaknya sampai detik ini belum menerima penyerahan proyek yang memakan dana Rp 845 juta itu. Sehingga masih dibawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. “Ke PU Mas, bukan saya yang wewenang, belum ada penyerahan ke saya,” katanya, Kamis (10/12/2020).
Kepala UPT Dinas PU Bawean Moh. Zen mengatakan, kejadian itu sudah dilaporkan ke dinas Pu Kabupaten Gresik. “Rekanan yang mengerjakan proyek bangunan itu pak Lutfi sudah mengurus ke Jawa,” katanya melalui selulernya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik Gunawan Setijadi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang hanyutnya rumah apung di Pantai Cina Desa Telukjatidawang, namun sejauh ini pihaknya hanya mengambil langkah mengamankan rumah apung agar tidak bertambah rusak.
“Anggaran untuk perbaikan belum diusulkan, dan belum ada pembiayaan, sementara diamankan ke pinggir pantai dulu,” kata Gunawan.
Lebih lanjut Gunawan, pihaknya juga akan melakukan survei proyek rumah apung ynag hanyut itu. “Apa saja yang rusak, dimana saja yang harus diperbaiki, nantinya kami program kan di perubahan anggaran pendapatan belanja daerah atau perubahan anggaran keuangan (PAK). (hen)
Editor : Redaksi
Krisis Air Mulai Mengancam, Desa Deru Jadi Penerima Bantuan Perdana BPBD Bojonegoro
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mulai bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih…
Honda Premium Matic Day Madiun Hadirkan Semarak Budaya Reog dan Promo Menarik Skutik Premium
KLIKJATIM.Com | Madiun – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor utama sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT…
ASDP Pelabuhan Ketapang Tingkatkan Dermaga Ponton Menjadi Dermaga MB
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi akan meningkatkan dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) berkapasitas hingga 5…
GMNI Surabaya dan Rumah Literasi Digital Gelar Pelatihan Jurnalistik di Hanaka Social Space
KLIKJATIM.com | Surabaya - GMNI Surabaya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) kembali menegaskan pentingnya literasi informasi bagi mahasiswa melalui Pelatihan…
Polres Mojokerto Kota Bongkar Peredaran Rokok Vape Mengandung Narkoba
Satreskroba Polres Mojokerto Kota berhasil membongkar peredaran rokok eletrik (vape) mengandung narkoba. Dalam kegiatan ini polisi menyita narkoba cair (liquid)…
AHM Best Student 2026 Ajak Pelajar Jatim & NTT Berinovasi untuk Negeri
Era digital menghadirkan ruang kreativitas tanpa batas bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari perubahan. PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), dist…