KLIKJATIM.Com | Surabaya - Provinsi Jatim kembali masuk pada 5 besar kenaikan kasus positif Covid-19 tertinggi pada pekan ini. Sementara gelaran Pilkada Serentak 2020 di 19 kabupaten/kota harus tetap dilaksanakan.
[irp]
Tim Satgas Covid-19 mencatat, kenaikan kasus positif Covid-19 secara nasional yakni sebesar 13,5 persen pada pekan ini. Kasus Covid-19 di Jatim sendiri, per 6 Desember 2020 naik 725 dari 2.804 menjadi 3.529.
Adapun 5 besar provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus Covid-19 tertinggi antara lain Jabar catat kenaikan kasus tertinggi sebanyak 3.785 dari 3.712 menjadi 7.497, disusul Papua naik 1.813 dari 250 menjadi 2.063, Jatim naik 725 dari 2.804 menjadi 3.529, Sulsel naik 367 dari 655 menjadi 1.022, dan Kaltim naik 291 dari 1.223 menjadi 1.514.
"Jawa Barat naik signifikan perkembangannya. Jawa Timur masih masuk lima besar kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (8/12/2020).
Bahkan, Wiku mengaku kecewa dengan Jatim yang masuk 5 besar selama 4 Minggu berturut-turut. Karena itu, ia meminta agar kondisi tersebut dapat diperbaiki bersama. "Jawa Timur 5 besar selama empat minggu berturut-turut. Ini sangat mengecewakan keadaannya, kondisi diperbaiki bersama-sama," ungkapnya.
Sementara itu, Jatim sendiri pada 9 Desember 2020 turut menggelar Pilkada Serentak 2020. Di Jatim, ada 19 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada Serentak tersebut. Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah mewanti-wanti agar gelaran Pilkada serentak 2020 tidak malah menimbulkan klaster baru Covid-19.
Khofifah mengatakan, aturan yang diterbitkan KPU pusat harus benar-benar dijalankan. Misalnya saja, para panitia Pilkada dilakukan rapid dan swab test sebelum bertugas, disediakan hand sanitizer di setiap bilik suara, dan dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, di tempat pemungutan.
"Penyelenggara Pilkada mulai KPU dan Bawaslu harus memastikan keamanan para pemilih saat melakukan pencoblosan, sehingga masyarakat tidak takut untuk menggunakan hak suaranya," kata Khofifah di Surabaya, Minggu (6/12/2020) lalu. (mkr)
Editor : Redaksi