klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemuda Sidoarjo ini Panen Cuan Dari Hasil Budidaya Ikan Cupang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aaang Setiawan, memelihara ikan cupang hingga kini menghasilak cuan atau penghasilan.
Aaang Setiawan, memelihara ikan cupang hingga kini menghasilak cuan atau penghasilan.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Disaat pandemi seperti sekarang ini, banyak cara dilakukan warga untuk tetap merasa bahagia lewat cara sederhana. Salah satunya dengan memelihara ikan cupang.

[irp]

Andi Febriawan misalnya, warga Perumahan Gading Kirana, Kecamatan Buduran memelihara ikan cupang sejak Bulan Mei 2020 lalu. Awalnya hanya dua ekor, namun kini, belasan ikan cupang menemani hari-hari karyawan swasta ini.  “Saat saya kecil dulu, ikan cupang hanya ada dua warna, merah dan biru. Saat ini warna dan bentuknya sangat beragam. Sangat menarik. Melihatnya sangat menenangkan,” terang bapak tiga anak ini, Kamis (3/12/2020).

Disaat pandemi dan mengharuskan warga untuk bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, memelihara ikan cupang memang satu pilihan yang sederhana untuk bergembira.

Sementara itu, berkah membludaknya permintaan ikan cupang dirasakan betul oleh Aang Setyawan. Sejatinya, pemilik Tembak Tlezzer Farm ini telah mulai membudidaya ikan cupang sejak tahun 2016 silam. Selepas lulus kuliah jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, pria warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu Sidoarjo ini memutuskan bekerja di rumah dengan beternak ikan cupang.

“Ikan cupang sebenarnya sudah digemari orang sejak lama. Namun mulai Bulan April lalu, permintaannya sangat tinggi. Kenaikannya lebih dari lima puluh persen,” tutur Aang. Tidak hanya memenuhi pasar di Kota Delta, Aang seringkali mengirim permintaan ikan cupang ke berbagai wilayah di Indonesia.

Karena sudah cukup lama membudidaya ikan cupang, Aang paham betul bagaimana menghasilkan ikan cupang kelas super. “Ikan cupang berharga tinggi jika memiliki warna yang solid, corak warna berbeda serta warna yang tembus di kedua sisi badan ikan,”  terang Aang.

Aang menjual ikan cupangnya dari anakan hingga siap untuk dikawinkan. Harganyapun bervariasi, dari ribuan untuk anakan hingga jutaan per ekor, tergantung jenis, warna dan kesempurnaan bodi ikan. “Red avatar galaxy saya pernah ditawar orang Rp 5 juta. Namun belum saya lepaskan karena untuk indukan,” jelasnya.

Dalam satu bulan, omzet yang dibukukan Aang  mulai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Sedangkan untuk perawatan, ia cukup mengeluarkan dana sekitar Rp 500 ribu untuk keperluan pakan. Anda tertarik berbudidaya ikan cupang ?. (mkr)

Editor :