klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kuliah Daring UISI : Industri Media Informasi Saat Ini Sudah Bertransformasi ke Era Digital

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan kuliah daring mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menghadirkan pembicara praktisi media, Aries Wahyudianto.
Kegiatan kuliah daring mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menghadirkan pembicara praktisi media, Aries Wahyudianto.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pandemi yag terjadi seperti saat ini membuat industri media konvensional menjadi terkontraksi. Perlahan media berbasis digital kini menjadi kiblat bagi netizen atau masyarakat di dunia global. Perubahan ini juga diikuti oleh media konvensional dengan mengikuti perubahan teknologi informasi dengan memanfaatkan media digital sebagai platform bisnis mereka.

[irp]

Hal itu disampaikan Direktur Klikjatim.com Aries Wahyudianto saat menyampaikan pandangannya dalam kuliah tamu Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Rabu (25/11/2020). Kuliah daring ini diikuti seluruh mahasiswa Fakultas UISI yang sejak awal memang berminat menekuini bidang ilmu komunikasi.

Lebih lanjut Aries Wahyudianto menjelaskan, situasi pandemi seperti saat ini mempercepat industri 4.0, termasuk industri media. Dewan Pers mencatat, jumlah media dengan platform digital di Indonesia cukup besar hingga pertengahan 2020 ini mencapai 42 ribu. Tingginya angka media digital tersebut dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam mendapatkan informasi yang saat ini cukup mudah dan murah.

Dikatakan, di era 1990-an hingga awal 2000, media informasi di Tanah Air didominasi oleh koran, majalah, tabloid dan sejenisnya. Sebab saat itu, hanya media jenis ini yang akrab menghiasai rumah, warkop dan perkantoran. Sementara radio dan televisi relatif stabil saat itu, meski radio juga sempat terimbas oleh masifnya media cetak.

Kemudian, kata dia, pada era 2005 media digital mulai berkembang seiring dengan hadirnya media sosial seperti yahoo mesanger dan facebook. Perlahan-lahan pengguna internet di Tanah Air saat itu berkembang hingga muncul media online di Tanah Air. Dan di era 2010-2020, ketika pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 20 juta orang, maka industri media mulai bergeser. Dan puncaknya adalah di tahun ini, ketika pandemi masyarakat mulai beralih ke media digital.

"Apakah media cetak atau media konvensional bakal bertahan di tengah pandemi seperti ini. Dimana masyarakat mulai menarik ikat pinggang pengeluaran dan membatasi aktivitas keluar rumah," tanya Fikri, mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual UISI.

Atas pertanyaan itu, Aries menjawab, media konvensional masih bertahan karena memiliki segmen pembaca sendiri. Mereka adalah pembaca setia yang tidak mudah atau mengikuti media digital. Meski segmen ini punya smartphone untuk mengakses media digital, namun segmen ini tidak puas jika tidak membaca media cetak.

"Mereka ini ada, namun jumlahnya terbatas dan berasal dari era keemasan media cetak. Sementara generasi milenial sudah jarang bahkan langka yang membaca media cetak, karena mereka terbiasa memainkan gadget digital untuk mengakses informasi baik melalui media mainstream online atau melalui media sosial," jelas praktisi media ini.

"Inilah tantangan yang harus dijawab mahasiswa UISI untuk melanjutkan transformasi digital informasi kedepan. Dan saya yakin sampai kapanpun media informasi tidak akan mati. Dia akan terus dicari orang walaupun dengan platform media yang berubah dan berkembang seiring kemajuan teknologi," timpal Aries Wahyudianto.

Roostikasari Nugraheni, Dosen Prodi Desain Komunikasi Visual UISI mengaku, paparan yang disampaikan dosen tamu ini membuka wawasan mahasiswa dalam mencermati perkembangan industri media, khususnya di era digitalisasi seperti saat ini. Dia berharap, paparan yang disampaikan memberikan pemahaman baru bagi mahasiswanya untuk mengaplikasi perkembangan dunia komunikasi di Tanah Air."Semoga apa yang disampaikan pemateri membuka cakrawala baru media informasi yang dinamis dan terus berkembang. Sebab, inilah yang menjadi tujuan kami di UISI mengembangkan mahasiswa menjadi sarjana yang aplikatif dan siap bersaing dan memiliki daya saing selepas kuliah nanti," ujar Rostikasari Nugraheni. (hen)

Editor :