KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tim Pengerah PKK Jawa Timur menjadi organ yang efektif untuk ikut menekan penyebaran Covid-19. Tugas monitoring juga dilakukan dengan pembentukan Kesatuan Gerak PKK-Bangga Kencana Kesehatan Tahun 2020. "Gerakan bangga kencana ini merupakan wujud yang sangat penting untuk bersama-sama menanggulangi kasus Covid-19 di Jatim. Terlebih ditunjang dengan pelaksanaan Monitoring Terpadu di setiap daerah untuk memutus penyebaran Covid-19," kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Gedung Bhinaloka Adhikara Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan No 110 Surabaya, Selasa (24/11/2020)
[irp]
Emil mengatakan, gerakan bangga kencana ini merupakan wujud yang sangat penting untuk bersama-sama menanggulangi kasus Covid-19 di Jatim. Terlebih ditunjang dengan pelaksanaan Monitoring Terpadu di setiap daerah untuk memutus penyebaran Covid-19.
Dirinya mengakui, PKK telah mendistribusikan 26 juta masker kepada masyarakat Jatim. Jumlah tersebut dinilai sangat besar. Masyarakat diwajibkan untuk tetap menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.
"Inilah kehebatan TP PKK di Jatim yang memiliki rasa kegotong royongan yang kuat dan secara masif turun ke masyarakat menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) sekaligus membagikan masker ke masyarakat," ungkapnya.
Kesatuan gerak PKK-Bangga Kencana Kesehatan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan mensinergikan berbagai program OPD bersama PKK secara berjenjang dan terintegrasi. Yakni mulai di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa/kelurahan.
"Dengan dukungan keterpaduan lintas sektor tersebut, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat, khususnya anak dan balita. Terutama di kalangan keluarga miskin dan tertinggal," jelasnya.
Sementara Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, kegiatan ini merupakan gerakan PKK dengan 10 program pokoknya yang bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan. Seperti mendukung program kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan hidup sehat secara nyata.
"Gerakan pemberdayaan tersebut, dapat menjadi senjata ampuh dalam mengatasi masalah kesehatan seperti angka kematian ibu, stunting, penyakit tidak menular serta masalah pandemi Covid-19 yang belum tuntas. " tegasnya.
Arumi berharap dapat diimplementasikan dengan menggerakkan masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat. Termasuk menjaga lingkungan bersih dan sehat, menjaga kesehatan ibu dan balita hingga perencanaan keluarga sejahtera.
"Kesemuanya itu, jika dilaksanakan dengan optimal dapat menjadi jawaban dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan seperti pandemi Covid-19," tandasnya.(rtn)
Editor : Redaksi