Motif Pembunuhan Bos Laundry Karena Sakit Hati Tak Digaji

Reporter : Redaksi - klikjatim

Foto: Kedua tersangka. (Ist/klikjatim.com)

SURABAYA – Peristiwa pemecatan dua karyawan, Syaifur Rizal dan Mat Ari oleh bos pengusaha laundry, Ester Lilik (51), warga Perumahan Royal Residence, Wiyung berujung maut. Kamis pagi kemarin (17/01/2019), pemilik usaha di Golden Laundry Jalan Simpang Darmo Permai Selatan XV Tandes, Surabaya tersebut ditemukan tak bernyawa.

Jenazah korban dibungkus menggunakan seprei dan dimasukan ke dalam tong plastik warna hijau. Lalu dibuang di Jalan Romokalisari, Benowo. “Sebelum terjadi peristiwa pembunuhan, tersangka dan korban sempat cekcok,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

Awalnya hubungan antara tersangka dan korban adalah karyawan dengan bos. Kemudian kedua tersangka dipecat oleh korban pada Jumat (11/01/2019) lalu. Mereka dituduh mencuri ponsel dan dompet miliknya.

Setelah dipecat, tersangka kembali datang ke tempat usaha korban. Dengan maksud menagih gaji yang dijanjikan korban. Namun perlakuan korban membuat kedua tersangka sakit hati. Mereka justru diusir.

Dari situlah kedua tersangka merencanakan pembunuhan. Korban dihabisi di lokasi tempat usaha laundry dengan cara memukul dan mencekik. “Setelah korban dipastikan tewas, jasadnya dibungkus kain seprei putih dan dimasukan tong. Lalu dibuang menggunakan sepeda motor di Jalan Romokalisari, Benowo,” paparnya.

Untuk mengelabuhi tindakannya, kedua tersangka sengaja memindah mobil korban di daerah Manukan. Kendati demikian, tetapi Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil mengungkap misteri ini.

Dua tersangka berhasil dibekuk. Mereka adalah Syaifur Rizal (19), warga Desa Teluk Jatidawang, Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik dan Mat Ari (20), warga Gili, Bawean, Gresik. “Kami berhasil menangkap keduanya di Pelabuhan Gresik. Kami juga mengamankan ponsel serta uang Rp 2,4 juta dari tangan tersangka yang diambil dari korban,” jelas Kombes Pol Rudi Setiawan.

Kedua tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa, atau pasal 351 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. (*/nul)