KKN UNTAG SURABAYA: Mahasiswa Membantu Menyediakan Pembayaran Melalui QRIS ShopeePay untuk UMKM Desa Balonggabus, Candi Sidoarjo

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

KKN UNTAG Surabaya (Dok)

KLIIKJATIM.Com | Sidoarjo – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi lokal di Desa Balonggabus, Candi Sidoarjo.

Melalui inisiatif inovatif, para mahasiswa berhasil membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk menyediakan pembayaran digital menggunakan QRIS ShopeePay.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transaksi bagi para pelaku UMKM serta pelanggan mereka, sekaligus mendukung digitalisasi sistem pembayaran di wilayah pedesaan. Penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memungkinkan para pedagang menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital, termasuk ShopeePay, dengan mudah dan aman.

Anggota KKN NR 05 Sub Kelompok 11 UNTAG Surabaya, Cecilia Valencia (Ilmu Komunikasi), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui inovasi teknologi.

“Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Balonggabus masih menggunakan metode pembayaran konvensional. Dengan adanya QRIS ShopeePay, kami berharap dapat mempermudah proses transaksi, meningkatkan penjualan, dan mendorong inklusi keuangan,” ujar Cecilia.

Baca juga: Mahasiswa Untag Ini Berhasil Ciptakan Prakiraan Cuaca Dengan ANN

Selama program KKN berlangsung, Kelompok 11 melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para pelaku UMKM mengenai cara mengoperasikan sistem QRIS ShopeePay. Mereka juga memberikan panduan tentang manfaat pembayaran digital dan cara menjaga keamanan transaksi online. Respons dari para pelaku UMKM sangat positif, dengan banyak yang antusias untuk segera mengadopsi sistem pembayaran baru ini.

Salah satu pelaku UMKM di Desa Balonggabus, Bapak Febrianto, pemilik WARKOP Sabriant, mengungkapkan kegembiraannya atas inisiatif ini.

“Dengan adanya QRIS ShopeePay, saya tidak lagi perlu khawatir tentang menyediakan uang kembalian. Pelanggan juga lebih nyaman karena bisa bayar pakai hp mereka,” kata Bapak Febrianto.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi UMKM, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Para mahasiswa UNTAG Surabaya berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di desa-desa lain, membantu lebih banyak UMKM untuk beradaptasi dengan era digital.

Dengan program KKN ini, mahasiswa UNTAG Surabaya tidak hanya belajar tentang aplikasi praktis dari ilmu yang mereka pelajari di kampus, tetapi juga memberikan sumbangsih nyata dalam memajukan perekonomian desa melalui teknologi digital di desa Balonggabus. (qom)