Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, Salah Satunya Rokok Ilegal Tanpa Cukai

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Pemusnahan barang bukti kejahatan yang salah satunya adalah rokok ilegal tanpa cukai. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik musnahkan beberapa barang bukti hasil tindak pidana kejahatan dalam satu tahun terakhir ini. Sepanjang tahun 2021 ini ada 369 perkara pidana umum, dan 1 perkara pidana khusus.

BACA JUGA :  RGS Milenial Berbagi Manfaat, 100 Pengunjung Cafe Digratiskan

Yang paling banyak dari barang bukti Narkotika dan Zat adiktif. Meliputi sabu dengan berat 758,67 gram dari 330 perkara atau senilai sekitar Rp910.404.000.

Tidak hanya itu saja. Namun, Kejari Gresik juga memusnahkan barang bukti hasil peredaran rokok ilegal tanpa cukai di masyarakat. Ada 106.800 batang rokok yang dibakar dengan kerugian negara mencapai Rp97 Juta.

Pemusnahan ini dilakukan di Halaman Kantor Kejari Gresik, pada Rabu (24/11/2021) pagi. Hadir dalam agenda tersebut di antaranya Kajari, Heru Winot; Sekda Kabupaten Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rahman; Kepala BNNK Supriyanto; serta petugas dari Bea dan Cukai Gresik.

Hadir pula Kasatresnarkoba Polres Gresik, AKP Irwan Tjatur Prambudi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Gresik, Siti Jaiyaroh, serta Perwakilan Dinas Satpol PP Gresik.

Kejari Gresik, Heru Winoto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan antara lain berupa minuman keras (miras), narkotika dan zat adiktif, handphone, laptop, uang palsu, senjata tajam, senjata api, kosmetik palsu dan rokok tanpa pita cukai. 

“Pemusnahan barang bukti ini dari 369 perkara sudah berkekuatan hukum tetap. Kami musnahkan rokok tanpa cukai dengan cara dibakar, narkotika diblender dan miras dilindas dengan alat berat (tandem roller, red),” katanya.

Kejari Gresik, Heru Winoto didampingi Sekda Gresik Achmad Wasil saat melakukan pemusnahan sabu di Halaman Kejari Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

Untuk pemusnahan rokok tanpa pita cukai tersebut berasal dari satu perkara. Yaitu dari hasil kejahatan yang menyebabkan kerugian negara hingga puluhan juta rupiah. 

Menurut Heru, dalam pemberantasan rokok ilegal dirinya bersama penegak hukum terus melakukan kolaborasi. Mulai dari langkah preventif maupun cara lainnya.

“Kami juga aktif bersama bea cukai melakukan sosialisasi ke masyarakat agar pemberantasan rokok ilegal di masyarakat,” ujarnya.

Heru menambahkan terkait barang bukti perkara narkoba, pihaknya berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat untuk melakukan pemusnahan tersebut.

Dia pun merinci barang bukti narkotika dan zat adiktif yang dimusnahkan. Sabu dengan berat 758,67 gram dari 330 perkara, ganja seberat 120,65 gram dari 8 perkara atau senilai Rp30.162. 500. Pil double L sebanyak 89.962 butir dari 23 perkara senilai Rp179.924. 000.

Barang bukti lainnya berupa Handphone (Hp) 195 buah dari 175 perkara. Laptop 1 buah dari 1 perkara. 

Kemudian uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak 542 lembar yang berasal dari 2 perkara. Senjata tajam 12 buah dari 5 perkara.

Senjata api dan senapan 3 buah dari 3 perkara. Kosmetik palsu 3.342 pcs yang berasal dari 1 perkara. Rokok tanpa pita Cukai 106.800 batang dari 1 perkara, miras sebanyak 28 liter dari 1 perkara, serta pakaian celana sebanyak 20 helai yang berasal dari 16 perkara. (adv/nul)