KLIKJATIM.Com | Gresik - Suasana duka mendalam menyelimuti Gresik ketika jenazah atlet gimnastik artistik nasional, Naufal Takdir Al Bari, tiba di rumah duka di Jalan KH Kholil Gang XI, Kebungson, Jumat (3/10) pagi. Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan pelayat memadati lokasi dengan pakaian serba hitam, sementara deretan karangan bunga memenuhi jalan sebagai ungkapan belasungkawa dari berbagai pihak.
Kesedihan kian terasa saat keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah menyambut kedatangan jenazah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati dr Asluchul Alif, dan masyarakat setempat turut hadir. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang datang langsung, memeluk ibunda almarhum, Nurul Khotimah, sembari menyampaikan duka mendalam.
“Kita semua kehilangan atas berpulangnya ananda Naufal. Ia adalah atlet berprestasi, anak sholeh, dan penuh kesantunan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Khofifah.
Setelah disholati di rumah duka, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tlogopojok pada pukul 08.10 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat hingga sekitar pukul 09.00 WIB, diiringi tangis keluarga dan pelayat.
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, yang sejak awal mengurus kepulangan jenazah, tak kuasa menahan tangis. “Kehilangan ini sangat berat bagi dunia gimnastik Indonesia. Naufal adalah anak yang baik, penuh semangat, dan sangat mencintai ibunya. Ia diproyeksikan untuk Olimpiade 2028, tetapi takdir berkata lain,” ungkapnya.
Baca juga: Presiden FIG Sambangi Rumah Duka Naufal, Atlet Gimnastik Muda Indonesia Asal Gresik yang Wafat di RusiaSejak kecil, Naufal dibina oleh PT Petrokimia Gresik sebelum akhirnya menembus Pelatnas. Prestasinya cemerlang, dengan raihan medali emas di berbagai ajang nasional maupun internasional. Semangat perjuangannya disebut harus menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesia.
“Ingatlah semangat Naufal, jadikan teladan untuk terus berjuang bagi Indonesia,” pesan Ita.
Naufal Takdir Al Bari lahir di Kuala Pembuang, 12 Maret 2006. Ia merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Kariernya menanjak sejak menjuarai Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur hingga kompetisi nasional.
Namun, kabar duka datang ketika Naufal menjalani latihan di Pelatnas Rusia, Kamis (25/9). Ia mengalami kecelakaan saat berlatih di palang tunggal (high bar). Meski mendapat perawatan intensif, nyawanya tak tertolong. Setelah melalui proses repatriasi, jenazah tiba di Bandara Internasional Juanda pada pukul 05.00 WIB sebelum dibawa ke rumah duka.
Suasana haru mengiringi pemakaman yang dihadiri keluarga, sahabat, sesama atlet, jajaran Pemprov Jatim, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, perwakilan Unesa, KONI, hingga KBRI Rusia. Gubernur Khofifah bersama rombongan turut menaburkan bunga di pusara almarhum, memberikan penghormatan terakhir bagi salah satu putra terbaik Jawa Timur dan Indonesia. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar