Hujan Disertai Angin, 8 Desa di Pulau Bawean Banjir

Reporter : Redaksi - klikjatim

Foto: Petugas dibantu warga sedang memotong batang pohon yang tumbang ke jalan. (Ist/klikjatim.com)

GRESIK – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Pulau Bawean. Akibatnya, sebanyak 8 desa di dua kecamatan yang berada di pulau terluar Kabupaten Gresik itu banjir setinggi hingga 40 cm.

Informasi yang dihimpun, selain banjir juga membuat beberapa atap rumah warga terbang disapu angin. Sejumlah pepohonan pun tumbang.

Abdul Basit, warga Desa Pamona, Kecamatan Sangkapura mengatakan, hujan deras mengguyur Pulau Bawean sejak seminggu terakhir. Namun, intensitas hujan yang cukup tinggi kembali terjadi pada Selasa sore. “Sehingga air di beberapa saluran meluap,” ujarnya, Selasa (22/01/2019).

Selain itu, beberapa pohon juga tumbang ke jalan desa. Akses jalur utama pun sempat terputus. Kemudian warga bergotong royong memotong batang pohon tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak. Karena secara geografis daerah yang terdampak bencana berada di Pulau Bawean. “Karena cuaca belum memungkinkan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, kami hanya bisa saling bertukar informasi,” terangnya.

Berdasarkan data BPBD Gresik, 8 desa yang tergenang air antara lain Desa Dekat Agung. Jalan desa tergenang air hingga 20 cm. Selain jalan desa, areal persawahan seluas 2 hektar juga ikut tergenang.

Di Desa Teluk Dalam, kondisi jalan desa tergenang air antara 10-20 cm serta areal sawah seluas 3 hektar. Desa Bengkosobung tercatat sebanyak 20 rumah yang tergenang air dengan ketinggian 10-15 cm. Lalu, jalan desa terendam hingga 20 cm dan areal persawahan seluas 5 hektar dengan rendaman air mencapai 35 cm.

Demikian juga di Desa Daun. Areal persawahan tergenang dengan ketinggian 30-40 cm seluas 4 hektar. Kondisi di Desa Lebak, ada genangan di jalan antara 20-35 cm serta areal persawahan seluas 2 hektar. Desa Kotakusuma areal persawahan seluas 2 hektar tergenang air dengan ketinggian 20-30 cm.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Sawahmulya. Areal persawahan seluas 3 hektar tergenang air dengan ketinggian antara 20-30 cm. “Semua desa itu masuk wilayah Kecamatan Sangkapura,” papar Tarso.

Sedangkan di Kecamatan Tambak, hanya satu desa yang terdampak. Yakni di Desa Tanjungori, terdapat genangan di jalan antara 10-20 cm serta kondisi jalan desa tertutup akibat pohon tumbang.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan Sangkapura dan Tambak, termasuk juga dengan perangkat desa. Berdasarkan laporan yang masuk untuk sementara tidak ada korban jiwa,” tandasnya. (nul)