Bayi 10 Bulan dengan Penyakit Kuning Akut Dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Dokter Spesialis Hepatitis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya dr. Bagus Setyoboedi  saat jumpa pers yang digelar Dinas Kesehatan Jawa Timur via daring, Jumat.

KLIKJATIM.Com | Surabaya –  Hepatitis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya saat ini sedang mengani menyebut  pasien bayi berusia 10 bulan. Diagnosa awal bayi teesebut terjangkit sindrom jaundice akut atau penyakit kuning akut.

“Ada, tapi sejauh ini kita masih investigasi. Usianya 10 bulan. Kita cari dulu seperti apa. Masih kita awasi,” ujarnya Dokter Spesialis Hepatitis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya dr. Bagus Setyoboedi  saat jumpa pers yang digelar Dinas Kesehatan Jawa Timur via daring, Jumat.

Mengenai ciri-ciri atau gejala yang ada pada pasien, staf gastrohepatologis anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menyebut bahwa belum  mengarah ke hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

“Sejauh ini, pasien tidak mengalami gangguan kesadaran, bahkan kondisinya mulai membaik. Kelihatannya masalahnya di saluran empedunya,” kata dia.

Kendati gejalanya tidak menunjukkan hepatitis akut misterius, pihak rumah sakit tetap menempatkan pasien di ruang isolasi khusus sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi penularan.

“Kita tidak mau kecolongan, kita tempatkan di ruang isolasi khusus,” kata Bagus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Erwin Astha Triyono mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang.

Lakukan upaya pencegahan dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti sering mencuci tangan pakai sabun, meminum air bersih yang matang, memastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang penuh.

Kemudian menggunakan alat makan sendiri, memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kontak dengan orang sakit.

“Untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan lain-lain yang sering dipegang orang,” ujarnya. (ris/ant)