Bawa Motif Khas Bawean, Batik Penaber Bawean Ikuti Pameran Inapro Expo 2021

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Dewi Suci Afiati menunjukkan motif batik tanduk rusa bawean saat ikut pameran di Grand City Surabaya (Suci For klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik —Batik khas Pulau Bawean yang dirintis Pondok Pesantren Penaber Desa Sukaoneng Kecamatan Tambak Pulau Bawean menjadi peserta pameran produk unggulan Indonesia Product Expo (Inapro) 2021 di Grand City Surabaya.

[irp]

Pergelaran pameran ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan. Mulai tanggal 25 sampai 28 November 2021. Para pekerja batik dari santri Penaber berangkat rombongan ke Surabaya. 10 pekerja dan dua pendamping.

Pendamping batik Penaber Bawean Dewi Suci Afiati ditemani suaminya, Rauyani tampak semangat mengenalkan batik hasil kekayaan alam di bawean. Serta motif batik yang dibuatnya semua dari ciri khas bawean.

“Ada 6 motif yang dipamerkan disini (Grand City Red), motif tanduk rusa, dhurung, rangghepan, kembang santeghi, padi, daun sayur kangkung,” ucap Suci, Kamis (25/11 /2021).

Suci panggilan akrabnya, menerangkan batik yang dipamerkan bukan batik tulis. Namun menggunakan cap semua.

“Pakai warna sintesis. Tidak pakai warna alam,”imbuhnya.

Sebenarnya batik warna alam juga dipakai, namun menurut Suci warna alam tidak seberapa indah hasil batiknya. Kedepan melalui pameran ini batik khas bawean yang ia bawa ke Ibu Kota Jawa Timur ini bisa mengikuti pameran sampai dunia internasional.

“Bawean tidak hanya dikenal wisatanya saja, namun ada kekayaan kerajinan batik yang tak kalah indahnya. Semoga batik lokal khas bawean bisa mendunia dan dikenal khalayak umum,” pungkasnya.

Terpisah pengasuh Pondok Nasyaatul Barokah Penaber Desa Sukaoneng Pulau Bawean KH Mustofa turut bangga dan mengapresiasi  hasil santrinya yang bisa ikut pameran di Surabaya.

Menurut Kiai yang dikenal nyentrik itu, batik khas bawean ini sebagai pengetahuan bagi santri sekaligus keterampilan santri selain mengaji di pesantren.

“Kedepan bagaimana nanti ada karakter batik dari hasil karya santri. Kini hanya sebatas identitas saja,” ucap Kiai budaya asal Bawean itu.

Selain itu, Kiai yang juga budayawan itu berharap ada pemodal  untuk bisa mengembangkan usaha batiknya menjadi home industri.

“Kami berharap ada investor yang berminat menjadikan tempat produksi batin  kami menjadi  home industri yang nanti dikelola oleh alumni dan santri,” harapnya.

Sekedar diketahui, Indonesia Product Expo (Inapro) 2021 sebuah kegiatan berupaya mendorong pemasaran produk dalam negeri dan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Gerakan BBI menjadi satu langkah strategis untuk meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri, sebab sejauh ini konsumsi produk dalam negeri masih relatif kecil, terutama di pasar digital atau e-commerce. (bro)