KLIKJATIM.Com | Gresik — Jumlah pekerja lokal Gresik yang masuk dalam proyek pembangunan smelter PT. Freeport Indonesia masih 204 orang berdasarkan data Disnaker Gresik.
Hal itu terungkap ketika Komisi IV DPRD Gresik mengundang hearing Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.
Anggota komisu IV, Musa mengatakan, saat ini ada 6 perusahaan uang terlibat dalam pembangunan smelter yang disebut terbesar di dunia itu.
"Yakni, PT Chiyoda Internasional Indoensia, PT Adhi Karya, PT SMCC, PT FTTJO, PT Wijaya Karya dan PT G4S," tutur Musa.
204 orang itu tersebar di PT Adhi Karya 162 pekerja, dan 42 pekerja lainnya masuk di PT Chiyoda Internasional.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik lainnya, Bustami Hazim menyampaikan, ada beda penafsiran dalam mengartikan ring satu untuk penyerapan tenaga kerja di PTFI tersebut. Pasalnya, ring satu perusahaan ternyata bukan sekedar di wilayah Kecamatan Manyar melainkan Jawa Timur.
"Jadi ring satu adalah seluruh Jawa Timur. Ada 64 orang yang dipekerjakan. Yakni melalui PT Chiyoda Internasional Indoensia sebanyak 2 orang dan PT Adhi Karya sebanyak 62 orang," beber dia.
Sedangkan pekerja di luar Jawa Timur, lanjut dia, ada 57 orang yang melalui PT Chiyoda Internasional Indonesia sebanyak 31 orang dan PT Adhi Karya sebanyak 26 orang.
Karena itu persaingan kerja akan ketat, sehingga dia mendesak Disanaker Gresik tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk industri semata, tetapi mendorong pelatihan-pelatihan yang menjadikan kemandirian bagi tenaga kerja. Termasuk, sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini.
"Sebab, sertifikasi kompetensi juga sangat dibutuhkankan," tandasnya. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar