Atasi Kelangkaan, Pupuk Indonesia Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi Hingga 1 Juta Ton

klikjatim.com
Direksi Pupuk Indonesia dan holding saat mengikuti kegiatan panen raya program Agro Solution di Kabupaten Jember, Kamis (5/11/2020).

KLIKJATIM.Com | Jember - Keluhan petani di seluruh Indonesia terkait kelangkaan pupuk besubsidi mendapat tanggapan pemerintah. Melalui holding pupupk BUMN, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melakukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi hampir 1 juta ton.

[irp]

Baca juga: Lansia di Jember Keluhkan Antrean Panjang Puskesmas dan Rumah Sakit

"Kami pastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi hingga akhir tahun 2020 setelah adanya Sebab kami bisa menyalurkan pupuk bersubsidi hingga akhir tahun ini," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman di sela kegiatan panen raya program Agro Solution di Kabupaten Jember, Kamis (5/11/2020).

Dikatakan, dasar penambahan alokasi pupuk adalah Permentan Nomor 27 tahun 2020. Dalam aturan peraturan Menteri Pertanian ini disebutkan, ada tambahan total alokasi subsidi pupuk tahun 2020 menjadi 8,9 juta ton dari yang sebelumnya hanya 7,9 juta ton.

PT Pupuk Indonesia (Persero), kata dia, mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sekitar Rp3,1 triliun yang setara dengan 1 juta ton pupuk untuk mengatasi kelangkaan komoditas strategis itu yang terjadi. Isu kelangkaan yang terjadi di beberapa daerah sebenarnya bukan karena pupuknya tidak ada, namun pihak produsen pupuk belum bisa menyalurkan karena alokasi pupuk yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Baca juga: Terungkap, 10 Perusahaan Tambang Gunung Sadeng Jember Tunggak Pajak MBLB Rp1,6 Miliar

"Kalau pupuk nonsubsidi tidak pernah langka, sehingga saya berharap dengan pencanangan Program Agro Solution di Jember dapat mengurangi beban pemerintah dalam hal subsidi pupuk," ujar Dirut Pupuk Indonesia itu.

Bakir Pasaman mengatakan program Agro Solution merupakan salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk mempromosikan pupuk nonsubsidi yang digunakan dalam program pertanian dan di Kabupaten Jember bisa berhasil tanpa pupuk subsidi yang berdampak pada kesejahteraan petani meningkat.

Baca juga: 19 Kebakaran Melanda Jember Sepanjang Juni Hingga Awal Juli 2026

"Hal itu membuktikan bahwa petani Indonesia dengan program yang terpadu, mampu membeli pupuk nonsubsidi dan produktivitas pertanian mereka meningkat," katanya.

Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada para produsen agar penyaluran tambahan kuota pupuk bersubsidi bisa segera dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Distributor dan kios-kios pupuk resmi diminta menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan dan hanya kepada petani yang terdaftar di dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). (hen)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru