Hina Nabi Muhammad, Ormas Islam di Surabaya Kecam Presiden Perancis Agar Secepatnya Minta Maaf

klikjatim.com
Demonstrasi ormas islam di Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Organisasi Masyarakat (Ormas) islam se-Surabaya menggelar demonstrasi di Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Prancis, Jalan Mawar nomor 4, Tegalsari, Surabaya, Senin (2/11/2020). Massa aksi yang terdiri dari laskar Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa organisasi islam lainnya di Kota Surabaya ini mengecam keras pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina islam.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Wali Laskar FPI Surabaya, Agus Fachrudin mengatakan, unjuk rasa ini diikuti sekitar 1.000 massa aksi dari berbagai elemen ormas islam. Di antaranya Radio Dakwah Islam, Jamaah Ansharu Syariah, Muhammadiyah, P-411, dan Hidayatullah.

"Kami semua sepakat untuk mengecam ujaran Presiden Prancis yang telah menghina umat islam di seluruh dunia," kata Gus Din, sapaannya.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Karena itu, pihaknya menuntut kepada Presiden Prancis untuk meminta maaf kepada umat islam di seluruh dunia. Selain itu juga meminta dilakukan pemutusan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Prancis, dan pemboikotan produk Prancis di Indonesia.

"Untuk pemboikotan produk, beberapa swalayan islam di Kota Surabaya dan beberapa daerah di Jatim sudah mulai melakukannya sejak ada seruan itu," tambahnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Senada dikatakan oleh Sekretaris Muhammadiyah Surabaya, M Arif'an. Menurutnya, tuntutan dalam aksi damai yang dilakukan oleh ormas islam se-Surabaya tersebut dengan tegas mendesak Presiden Prancis Emanuel Macron agar segera meminta maaf.

"Dalam rangka untuk mendesak Presiden Prancis untuk minta maaf, terkait pernyataannya yang menghina dan melecehkan nabi besar Muhammad SAW," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru