KLIKJATIM.Com | Surabaya - Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas influencer mendeklarasikan Surabaya Berenerji. Mereka mengharapkan sosok pemimpin Surabaya yang bisa berkolaborasi dengan milenial Surabaya.
[irp]
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Inisitor Surabaya Berenerji, Mokhammad Ferdiansyah mengharapkan sosok pemimpin Wali Kota Surabaya yang bisa mewakili kaum milenial. Dan ia berharap agar pemimpin dapat bekerja sama dengan kaum milenial Surabaya
“Dari dua paslon, kami tidak bisa putuskan, itu terserah temen-temen sendiri. Tapi yang bisa saya pastikan, teman-teman menginginkan sosok yang bisa mewakili kaum milenial yang bisa menjembatani kami berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat,” kata Ferdi yang akrab di panggil Pepeng, Rabu (28/10/2020).
Pepeng menceritakan, berdirinya Surabaya Berenerji ini, lantaran keresahan para kaum milenial yang selama ini dipandang remeh karena dikira hanya bisa membuat konten di medsos.
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
“Bagi saya mereka punya kemampuan masing-masing. Mereka memiliki kekuatan melalui media sosial mereka,” tambahnya.
Lewat gerakan Surabaya Berenerji ini, lanjut Pepeng, mereka ingin menggabungkan seluruh influencer, dan milenial yang memiliki berbagai macam pengikut untuk bersama mengembangkan Surabaya menjadi lebih baik.
Sebelumnya, puluhan pemuda milenial ini melakukan long march dari rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean. Mereka kemudian lanjut ke rumah HOS Cokroaminoto di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng. Mereka kemudian melanjutkan ke Jalan Tunjungan tepatnya di depan Gedung Siola.
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
"Bagi kami, beliau-beliau ini adalah semangat. Pada waktu itu kan memerdekakan Indonesia. Bung Karno adalah anak muda yang digembleng oleh HOS Cokroaminoto, menjadi sosok pemimpin dan Proklamator. Jadi kami ingin napak tilas, dan kami nyuwun sewu (permisi) dulu. Jadi kami anak-anak muda Surabaya, menjadi seperti sosok beliau," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi