KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kegiatan misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil membukukan 64 transaksi senilai Rp 212 miliar. Sejak dibuka pukul 08.00 hingga 17.00 WITA, misi dagang dinilai berhasil menawarkan aneka komoditas andalan Jatim.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan UMKM Jatim Adaptif dan Naik Kelas di Era AI
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang memimpin misi dagang menjelaskan, nilai transaksi itu berasa dari penjualan 39 transaksi atau setara Rp 140.758.700.000. Sedangkan transaksi beli sebanyak 25 transaksi atau setara Rp 71.457.000.000.
Emil mengatakan, beberapa komoditi yang menjadi primadona antara lain yakni beras, besi, bibit bawang merah, cengkeh dan pupuk organik. Sedangkan langkah misi dagang ini, imbuh Emil, tidak menekankan pada trading saja, namun pada pola pengayaan investasi. "Jadi tadi kami sampaikan bahwa polanya bukan hanya trade tapi invesment and trade," ujar Emil di Palacio Grand Ballroom Aston Hotel Kota Kupang, NTT, Senin (26/10/2020).
Baca juga: Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Hormati Proses Hukum
Langkah ini, lanjutnya, menjadi kesempatan Jatim untuk bisa meluaskan investasi. Dan lewat cara tersebut, para pelaku usaha diharapkan tidak hanya fokus pada penjualan barang saja, namun bisa membawa barang yang bisa distribusikan lebih luas di pasar lain. "Jadi kita berinvestasi disini kita juga bisa mendorong trading ke Jawa Timur," lanjutnya.
Emil menjelaskan, berinvestasi yang dimaksud yakni lewat dukungan pada nilai tambah produk. Cara tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan sektor perdagangan dan manufaktur di Jatim. "Kami juga terbuka untuk mensinergikan dan mendorong nilai tambah produk di NTT," jelasnya.
Baca juga: Wujud Nyata Kesetaraan, Gubernur Khofifah Guyur Bonus Rp1,8 Miliar untuk Atlet ASEAN Para Games
Ditambahkan, melalui penyelenggaraan misi dagang kali ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi keberlanjutan kerjasama yang terjalin antara pedagang Jatim dan NTT. Sehingga dalam pelaksanaan misi dagang tersebut, tak hanya fokus pada besaran transaksi yang dihasilkan, tapi juga bagaimana kelangsungan kerjasama di masa depan.
"Jadi yang penting bukan hanya mengejar transaksi saat ini tapi membuat hubungan yang berkelanjutan antar pedagang," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi