Ketemu Warga di Wringinanom, Qosim-Alif Bicarakan Pentingnya Penghijauan dan Pengelolaan Sampah

klikjatim.com
Cawabup Gresik, dr. Asluchul Alif sedang berbincang dengan warga. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim - dr. Asluchul Alif terus memaparkan visi misinya kepada masyarakat di Kabupaten Gresik. Minggu (25/10/2020) kemarin paslon nomor urut 1 ini bertemu dengan warga yang tergabung dalam paguyuban warung dan toko di Warung Kartolo Dusun Sidomukti, Desa Sumber Rame, Kecamatan Wringinanom.

[irp]

Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026

Beberapa program yang digagas oleh Qosim-Alif ternyata memiliki keselarasan dengan harapan warga. Misalnya tentang penghijauan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Salah satu warga, Lukman (32), mengatakan pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan di Gresik ini sangat penting. Apalagi di Kabupaten Gresik telah berdiri ratusan pabrik.

Dan, masalah sampah ini harus mendapatkan perhatian serius dari paslon Qosim-Alif. Diharapkan ada pelatihan dan bimbingan pengelolaan sampah untuk masyarakat sehingga bisa didaur ulang.

“Nantinya masyarakat bisa diberdayakan mengelola sampah. Dengan diberikan bimbingan oleh pemerintah sehingga harga jual dan daur ulang sampah bisa bermanfaat untuk perekonomian masyarakat,” terangnya.

Cawabup Gresik, dokter Alif menyatakan, harapan masyarakat tentang kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah memang menjadi bagian dari visi misi Qosim-Alif. Dokter Alif bersama Pak Qosim sudah menyiapkan beberapa program di antaranya Gresik Go Green.

Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi

"Qosim-Alif mempunyai program Gresik Urban Farming (G.U.F). Yaitu inisiasi program pemerintah daerah dalam upaya mengurangi pemanasan global, dengan mengoptimalkan penghijauan di lahan tidak produktif yang ada di lingkungan sekitar warga masyarakat,” paparnya.

Lalu untuk program pengeloaan sampah, Qosim-Alif telah menyiapkan konsep Gresik Pilah Sampah (G.P.S). Program ini lebih mengoptimalkan Gerakan 3R (Reduse, ReUse, ReCycle) untuk penanganan kebersihan lingkungan. Nantinya pemerintah daerah bersama warga masyarakat mengkampanyekan Gresik Pilah Sampah mulai dari rumah.

Yang lainnya, Qosim-Alif juga menggagas Gresik Diet Sedotan Plastik dan Kantong Plastik. Hal ini sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya dari sampah plastik adalah komitmen kelestarian lingkungan yang fundamental.

Baca juga: Lepas Ribuan Pelari MANTRA116 2026, Gubernur Khofifah Optimistis Jawa Timur Jadi Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Menurutnya, program Gresik Diet Sedotan Plastik dan Kantong Plasik adalah aksi nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan kelestarian lingkungan. Dan gagasan ini akan dioptimalkan sampai ke tingkat desa.

"Di tingkat desa, Qosim-Alif punya program Bank Sampah Desa. Problem penanganan persampahan harus dimulai dari revitalisasi Bank Sampah Desa. Penguatan kelembagaan dan pelibatan aktif warga desa dalam

pengelolaan sampah menjadi solusi atas canangan program Gresik Bebas Sampah," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru