Santap Ayam Lodho dan Nasi Godong Jati, Rasanya Seperti Lebih dari Iron Man

klikjatim.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menikmati ayam lodho dan nasi godong jati. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Di sela kunjungan kerjanya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selalu menyempatkan diri menjajal makanan-makanan khas daerah, utamanya dari Jatim. Kali ini, ia kembali memanjakan lidahnya dengan mencicipi kuliner khas Pacitan yaitu nasi godong jati.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Enam Fasilitas SMAN Taruna Nala dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi Internasional

"Alasan saya kerap mereview makanan khas di sela-sela kunjungan kerja ke daerah tidak lain karena saya ingin warisan kuliner negeri ini tetap abadi di tengah banjirnya makanan asing," ujar Khofifah lewat Instagram pribadinya, Minggu (18/10/2020) siang.

Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, dalam urusan kuliner, Provinsi Jatim juga tak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kata dia, jika di Cirebon ada nasi jamblang, maka Jatim punya nasi godong jati yang lezat dari Pacitan.

"Di sini (Pacitan) kamu bisa memanjakan lidahmu dengan nasi godong jati," ungkap Khofifah.

Baca juga: Sambut HUT Ke-45, Hotel Santika Gresik Tebar Promo Menginap Hemat hingga 45 Persen

Ia lantas menceritakan, lauk dari nasi godong jati sendiri terbilang sederhana. Sebab, lauknya cukup dengan urap, tahu, tempe, peyek teri, bakwan atau telur goreng. Beda dengan nasi jamblang yang disajikan dengan lauk yang beragam.

"Sederhana, tapi rasanya lebih dari sekedar menjadi iron man," cetus gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Tak hanya cita rasa nasi godong jati. Dalam perjalanannya berkeliling Jatim, tepatnya di Tulungagung, sebelumnya Khofifah juga mencicipi makanan khas di sana yaitu ayam lodho khas Tulungagung.

Baca juga: Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB

"Siapa yang bisa menyangkal kenikmatan haqiqi dari ayam lodho khas Tulungagung ? Ayam kampung dimasak kemudian dibakar. Disiram kuah santan kental mirip opor dan disajikan dengan nasi putih hangat dan lodeh yang pedas. Satu kata yang bisa menggambarkan itu semua. Mantul," tandasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru