KLIKJATIM.Com | Surabaya—Sanksi keras bakal diberikan DPW PKB Jatim kepada kadernya yang membelot dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di Jatim. Sanksi tersebut bisa berupa pemecatan.
[irp]
Baca juga: Keren! Kemiskinan Ekstrem Jawa Timur Tersisa 0,29 Persen, Jauh di Bawah Rata-Rata Nasional
Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi mengatakan, sanksi pemecatan itu sangat logis diberikan kepada kadernya yang tidak tegak lurus atas keputusan partai saat gelaran pilkada serentak kali ini. Sebab, kata Fauzan, PKB Jatim menargetkan kemenangan di setiap daerah yang melangsungkan pilkada.
“PKB Jatim ini merupakan miniature PKB secara nasional. Pilkada serentak di Jatim ini dipantau langsung oleh DPP PKB, jadi kami enggak main-main,” katanya, Kamis (15/10/2020).
Bahkan, lanjut Fauzan, DPP PKB memonitor langsung jalannya konsolidasi 19 daerah di Jatim yang menggelar pilkada. Targetnya, PKB harus menang dan meraih suara gemilang di daerah yang menggelar pilkada.
Baca juga: Gerak Cepat! Dirut PLN Pimpin Langsung Percepatan Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra
“Pak Cucun Ahmad Syamsurijal turun langsung ke Surabaya memantau, beliau memberikan suntikan moril, khususnya daerah yang menggelar pilkada,” jelas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi DPRD Jatim ini.
Dari 19 daerah yang menggelar pilkada serentak di Jatim, PKB mengusung kader internalnya serta para perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang dekat dengan partai berlambang sembilan bintang ini.
Baca juga: Hebat! Gandeng Konsumen dan Komunitas, MPM Honda Jatim Sukses Gelar Aksi Donor Darah
Menariknya, dalam dinamika politik internal, beberapa kader PKB memilih keluar dari partai. Beberapa kader yang loncat ke partai lain disebabkan PKB tak mengusung kader tersebut sehingga mereka berlabuh ke partai lain.
"DPP tidak akan mentolelir oknum kader partai yang membelot. Sanksinya, pemberhentian secara tidak terhormat untuk kader yang berkhianat dari keputusan partai," tegasnya. (hen)
Editor : Redaksi