Hoax! Kabar ASN Surabaya Jadi Timses Cawali

klikjatim.com
Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beri klarifikasi terkait nama-nama ASN (Aparatur Sipil Negara) pemkot yang menjadi tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Surabaya 2020 itu hoax atau tidak benar.

[irp]

Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL

Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, nama-nama ASN Pemkot yang beredar di aplikasi percakapan whatsapp itu tidak benar adanya. Percakapan tersebut diduga sengaja dibuat oleh orang tak bertanggung jawab.

“Intinya nama-nama ASN pemkot yang disebut menjadi tim sukses salah satu paslon dalam Pilkada Surabaya yang beredar di whatsapp itu hoax atau tidak benar,” kata Febri, Jum’at (9/10/2020).

Febri juga menegaskan, ASN itu harus netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis dalam kontestasi Pilkada. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Baca juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran, Dapat Insentif Rp3 Miliar

"Pengaturan tentang netralitas ASN sangat jelas dan tegas serta rinci. Setiap ASN dilarang memberi dukungan atau melakukan kegiatan yang mengarah pada politik praktis pada kontestasi Pilkada, Pileg, maupun Pilpres,” tambahnya.

Bagi Febri, ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku, akan dikenakan sanksi disiplin. Sanksi tersebut mulai kategori ringan, sedang, sampai berat.

Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang

Kemudian, Febri berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoax.

"Saya harap masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di whatsapp tersebut. Apalagi kalau sumbernya tidak jelas,” pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru