Baca juga: Pansus DPRD Gresik Desak Pemkab Tingkatkan Optimisme Proyeksi Fiskal dalam RPJMD 2025–2030
Seorang tenaga kesehatan yang juga mahasiswa S2 di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dalam menyelesaikan tesisnya, pria berusia 44 tahun masih sibuk bekerja di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG). Warga jalan Sumatera, Perum GKB ini sempat was-was ketika akan berangkat ke kampus. Tajuddin takut dianggap membawa virus ke dalam kampus.
“Selama proses pengerjaan tesis saya sudah dua kali rapid test. Pada waktu ujian prosposal atau ujian tesis, di RSSG ada pemeriksaan rapid atau swab, perasaan takut kalau rapid saya reaktif dan swab saya positif bagaimana kelanjutan ujian tesis saya. Ahmadulilah semua pemeriksaan covid-19 non reaktif itu syukur saya sampai hari ini bisa menyelesaikan ujian tesis,” ucap Tajuddin saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/10/2020).
Bapak dua anak ini tidak menyangka dapat menyelesaikan tesis karena harus membagi waktunya sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. Mulai dari ujian online hingga penelitian di RSSG .
“Menjadikan saya bertekad bulat untuk meneruskan hingga selesai meskipun ada kendala selama pandemi covid-19 hingga saya bisa menyelesaikan wisuda ke-37 di UMG," ujarnya.
Selama membagi waktu, kondisi covid-19 RS sangat berpengaruh terkait pandemi covid-19 ini. Ia lebih dahulu menyelesaikan tugasnya sebagai tenaga kesehatan terlebih dahulu, setelah itu barulah menyelesaikan tugas akhir. Kemudian melanjutkan tugasnya sebagai kepala rumah tangga di rumah.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Bagian Rekam Medis RSSG ini membuat tesis pengaruh motivasi kerja, budaya organisasi terhadap kepuasan kerja di RSSG dengan variabel adalah kinerja karyawan. Kepuasan kerja ada hubungan atau dipengaruhi budaya organisasi yang harus dilaksanakan serta motivasi pekerja karyawan. Jika budaya organisasi dan motivasi kerja dikerjakan sungguh-sungguh maka kepuasan atau kinerja karyawan di RSSG akan meningkat.
Beruntung studi S2nya mampu selesai tepat waktu dengan IPK yang memuaskan 3,89. Hanya saja, momen prosesi wisuda di tengah pandemi membuatnya sedikit sedih. Wisuda yang identik mengajak keluarga, anak dan istri tidak bisa dilakukan.
“Kali ini di depan laptop mendengarkan prosesi wisuda. Itu kenyataannya, kita ikuti bersama semoga pandemi covid-19 cepat berlalu dan berakhir,” tutupnya.
Baca juga: Polisi Akan Panggil Orang Tua dan Guru Remaja yang Tenteng Celurit di Kabupaten Gresik
Sekadar informasi, UMG menggelar wisuda virtual untuk yang pertama kalinya dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Seluruh prosesi wisuda juga disiarkan secara langsung melalui akun YouTube resmi Universitas Muhammadiyah Gresik.
Prosesi wisuda dilangsungkan secara simbolis di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik dengan menghadirkan perwakilan wisudawan. Wisudawan terbaik dari masing-masing program studi hadir untuk mewakili sedangkan para wisudawan yang lain mengikuti prosesi dengan khidmat dari rumah masing-masing.
Pelaksanaan wisuda dengan penerapan protokol ketat. Pantauan di lapangan, para wisudawan menggunakan masker ditambah faceshield. Para wisudawan duduk dengan jaga jarak satu dengan yang lain. Kemudian tidak ada salaman saat wisudawan berada di atas podium.
Pada wisuda virtual ini, Universitas Muhammadiyah Gresik meluluskan 504 wisudawan yang berasal dari jenjang Diploma, Sarjana dan juga Pascasarjana dari 8 Fakultas dan 21 program studi. (hen)
Baca juga: Bosda 2023 Tak Cair Separuh, Komisi IV DPRD Gresik Beri Catatan Evaluasi
Editor : Redaksi