KLIKJATIM.Com | Surabaya - Hingga akhir 2020 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya mentargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp 2,2 triliun. Proyeksi ini naik Rp 200 miliar dibanding tahun lalu. Untuk mengejar target tersebut, BRI meningkatkan kerjasama pengembang properti yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jatim.
[irp]
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
Pemimpin BRI Kanwil Surabaya Tris Wahyu Herlina mengungkapkan, sampai akhir 2020, pihaknya ini memproyeksikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh Rp200 miliar atau menjadi sebesar Rp2,2 triliun. "Karena itu kami aktif bekerjasama dengan DPD REI Jatim ini," kata Pemimpin BRI Kanwil Surabaya Tris Wahyu Herlina usai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara DPD REI Jatim dengan BRI di Surabaya, Kamis (24/9/2020).
Dia menjelaskan, dalam kerjasama ini, pihaknya menyiapkan suku bunga menarik. Untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bunga yang ditawarkan BRI sebesar 5% per tahun. Sementara untuk yang non subsidi bunga KPR yang ditawarkan mulai 7,5%. Saat ini kontribusi KPR terhadap total pembiayaan BRI di Kanwil Surabaya cukup kecil. Dari total pembiayaan sebesar Rp40 triliun, KPR hanya Rp 2 triliun.
Mayoritas pembiayaan BRI berada di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Kita kerjasama dengan REI ini kami akan saling menawarkan. Kita menawarkan pada nasabah dan REI juga akan menawarkan pada developer," ujarnya.
Baca juga: Donasikan Mobil ke Yayasan Al Uswah Surabaya, Smelting Berkontribusi Pada Pendidikan
Herlina menambahkan, secara umum kinerja KPR tidak naik secara signifikan. Namun, secara segmentasi, khususnya rumah di harga Rp500-an juta cukup bagus. Rata-rata, nasabah KPR di harga tersebut digunakan untuk hunian, bukan untuk investasi. "Di BRI Kanwil Malang misalnya, pertumbuhannya mencapai 13 persen. Sedangkan untuk Kanwil Surabaya sekitar 12 persen," imbuhnya
Di tempat yang sama, Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy mengatakan, saat ini pihaknya gencar melakukan kerja sama dengan sektor perbankan. Dari kerjasama yang dilakukan diharapkan muncul terobosan-terobosan baru, khususnya dalam hal pembiayaan. Baik itu KPR maupun kredit konstruksi. "Harapan saya, dalam situasi kondisi seperti ini kita tetap positif thinking ke depan akan lebih baik," Soesilo Efendy.
Dikatakan, kerjasama dengan BRI ini merupakan kelanjutan dari upaya yang mereka lakukan untuk menggairahkan pasar properti ditengah pandemi. "Sebelumnya kami sudah kerjasama dengan BTN, kemudian Bank Mandiri, dan sekarang dengan BRI," katanya.
Baca juga: Puluhan Pelaku Kriminal Diringkus Polrestabes Surabaya
Kerjasama dengan perbankan ini diakui Soesilo memiliki nilai lebih dengan para pengembangan anggota REI yang aktif untuk mendapatkan penawaran fasilitas. Baik fasilitas KPR untuk konsumen maupun fasilitas pembiayaan konstruksi untuk pengembang.
Menurutnya, penjualan properti di beberapa daerah di Jatim mulai membaik. Misalnya saja di Sidoarjo timur, Malang dan Mojokerto. "Sebagian besar adalah rumah menengah dengan harga Rp 500 juta ke bawah," ungkapnya. (hen)
Editor : Wahyudi