KLIKJATIM.Com | Jember - Pola pemberian makanan yang ada di tengah masyarakat menjadi salah satu fokus upaya perubahan untuk mencegah balita stunting atau kondisi kerdil di Kabupaten Jember. Puskesmas Umbulsari berupaya mencetak pelatih Emo Demo untuk mencegah terjadinya kondisi itu.
[irp]
Baca juga: Kekeringan Jember Meluas ke 7 Kecamatan, BPBD Salurkan 282.500 Liter Air Bersih
Emo Demo sendiri merupakan kegiatan yang menerapkan edukasi interaktif dengan permainan yang menggugah emosi ibu atau pengasuh anak untuk dapat mengubah perilaku dalam pola pemberian makanan pada bayi dan anak.Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Dandy Candra Satyawan, menjelaskan, pelatihan Emo Demo bertujuan mencetak pelatih Emo Demo tingkat desa di wilayah Puskesmas Umbulsari. “Nantinya, pelatih ini akan melatih Emo Demo bagi kader Posyandu,” terangnya, Kamis, 10 Septemer 2020.
Baca juga: Setelah 12 Tahun, Damkar Jember Dapat Armada Baru, Lebih Canggih dan Lincah
Ada 18 bidan desa yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari, 8 – 10 September 2020. Kegiatan ini kerja sama Dinas Kesehatan dengan GAIN. Dalam pelatihan itu, masih teran Dandy, disampaikan orientasi strategi komunikasi perubahan perilaku untuk mencegah stunting.
“Kemudian, kader Posyandu akan melakukan Emo Demo di posyandu setiap bulan untuk mengubah perilaku ibu dan pengasuh balita dalam mencegah adanya bayi stunting,” lanjutnya.
Baca juga: Utang Rp786,57 Miliar Jember Dinilai Rasional, Tapi Pengamat Ingatkan Soal Pengawasan
Dandy berharap peserta yang sudah mendapat pelatihan itu dapat mengimplementasikan untuk mencegah dan menurunkan tingkat balita stunting di Kabupaten Jember yang masih cukup tinggi. (hen)
Editor : Abdus Syukur