Pilbup 2020, Gresik Bakal Tambah 2 TPS di Dua Desa

klikjatim.com
Petugas Coklit sedang memasang tanda di salah satu rumah calon pemilih. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Berbagai persiapan menghadapi Pilkada Gresik 9 Desember terus berjalan. Bagi para kandidat yang telah mendaftar, masing-masing masih melaksanakan serangkaian tes kesehatan yang hasilnya akan diumumkan pada 11 September mendatang. Disisi lain, tahap persiapan pun terus dilakukan oleh pihak  KPU Gresik selaku penyelenggra. Salah satunya tentang pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

[irp]

Baca juga: Buka LKMM-TM Universitas Muhammadiyah, Pak Yes Beberkan Posisi Lamongan di Era Polycrisis

Hingga kini, hal tersebut masih sampai pada tahap rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran tingkat Kabupaten/Kota untuk ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara (DPS). "Akan diputuskan dalam rapat pleno terbuka nanti, sehingga jumlah DPS belum bisa dipastikan," terang Komisioner KPU Gresik Devisi Perencanaan dan Data Abdullah Sidiq Notonegoro.

Namun, berdasarkan evaluasi sementara, pihaknya berencana menambah dua tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga, total TPS yang akan didirikan nanti berjumlah 2.267. 

"Berdasar hasil coklit, jumlah pemilih lebih dari 500, yaitu di Desa Racikulon dan Sambipondok Kecamatan Sidayu," paparnya. "Hal tersebut juga dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan saat pemungutan suara nanti," lanjutnya.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Awan Panas Guguran Sejauh 4,5 Kilometer

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik Imron Rosyadi menjelaskan bahwa data pemilih tersebut menjadi salah satu poin rawan dalam penyelenggaran Pilkada nanti. “Disamping praktek money politic dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai dari perangkat desa hingga tingkat OPD,” ungkapnya.

Sebab, pelaksanaan Pilkada harus mundur akibat pandemi asal tiongkok itu. Yang sebelumnya dilaksanakan pada 23 September menjadi 9 Desember 2020. “Pasti ada penambahan pemilih, terutama pemilih pemula yang baru genap berusia 17 tahun,” paparnya.

Baca juga: Kasus Pembobolan Kredit BRI Sumenep Memanas, Mantan AO dan Pimpinan BRIGUNA Dilaporkan ke Polisi

Pihaknya mencatat bahwa berdasarkan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) hasil sinkronisasi pada awal tahun lalu terdapat 967.615 jiwa. “Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2019 lalu, yakni 927.045,” pungkas Imron. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru