KLIKJATIM.Com | Gresik - Berbagai persiapan menghadapi Pilkada Gresik 9 Desember terus berjalan. Bagi para kandidat yang telah mendaftar, masing-masing masih melaksanakan serangkaian tes kesehatan yang hasilnya akan diumumkan pada 11 September mendatang. Disisi lain, tahap persiapan pun terus dilakukan oleh pihak KPU Gresik selaku penyelenggra. Salah satunya tentang pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
[irp]
Hingga kini, hal tersebut masih sampai pada tahap rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran tingkat Kabupaten/Kota untuk ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara (DPS). "Akan diputuskan dalam rapat pleno terbuka nanti, sehingga jumlah DPS belum bisa dipastikan," terang Komisioner KPU Gresik Devisi Perencanaan dan Data Abdullah Sidiq Notonegoro.
Namun, berdasarkan evaluasi sementara, pihaknya berencana menambah dua tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga, total TPS yang akan didirikan nanti berjumlah 2.267.
"Berdasar hasil coklit, jumlah pemilih lebih dari 500, yaitu di Desa Racikulon dan Sambipondok Kecamatan Sidayu," paparnya. "Hal tersebut juga dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan saat pemungutan suara nanti," lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik Imron Rosyadi menjelaskan bahwa data pemilih tersebut menjadi salah satu poin rawan dalam penyelenggaran Pilkada nanti. “Disamping praktek money politic dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai dari perangkat desa hingga tingkat OPD,” ungkapnya.
Sebab, pelaksanaan Pilkada harus mundur akibat pandemi asal tiongkok itu. Yang sebelumnya dilaksanakan pada 23 September menjadi 9 Desember 2020. “Pasti ada penambahan pemilih, terutama pemilih pemula yang baru genap berusia 17 tahun,” paparnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim
Pihaknya mencatat bahwa berdasarkan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) hasil sinkronisasi pada awal tahun lalu terdapat 967.615 jiwa. “Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2019 lalu, yakni 927.045,” pungkas Imron. (bro)
Editor : Redaksi