KLIKJATIM.Com | GresikāSanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Gresik terus berlaku. Rabu (9/9/2020) tadi, jajaran forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) Cerme terpaksa memberikan hukuman kepada pengguna jalan yang kedapatan tidak pakai masker.
[irp]
Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
Kali ini hukuman yang diberikan bukan berupa denda atau disuruh menyapu jalan. Tapi, warga yang berasal dari beberapa desa tersebut dihukum ikut menggali kuburan di Desa Ngabetan, Cerme.
Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang
"Jadi kebetulan waktu itu ada PDP (pasien dalam pengawasan) asal Desa Ngabetan, yang meninggal di Rumah Sakit Semen Gresik. Terus banyak warga yang lewat jalan alternatif di wilayah Kecamatan Cerme dan sebagian terlihat tidak memakai masker," jelas Camat Cerme, Suyono saat dikonfirmasiĀ klikjatim.com.
Dari situlah, forum pimpinan tiga pilar Kecamatan Cerme akhirnya bertindak tegas dengan memberikan hukuman sosial kepada mereka. Hal ini dilakukan, karena kasus positif Covid-19 di wilayah setempat masih terus bertambah.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Yang terpenting lagi, upaya ini sebagai bentuk komitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gresik. "Selain dihukum menggali kuburan, warga yang melanggar juga diminta berdoa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngabetan," tandas mantan Camat Manyar ini. (hen)
Editor : Redaksi