KLIKJATIM.Com| Surabaya - Ditunjuknya Eri Cahyadi sebagai calon Wali Kota Surabaya memunculkan persepsi bahwa Wali Kota Tri Rismaharini lah yang berperan atas turunnya rekomendasi tersebut.
Sebab seperti diketahui, di antara keduanya memiliki hubungan cukup dekat. Bahkan, Eri juga disebut-sebut sebagai 'putra mahkota' dari wali kota. Sehingga, rekomendasi yang jatuh ke tangan Eri ini menimbulkan teka-teki besar.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
[irp]
Menanggapi hal itu, Ketua Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto mengatakan, siapapun boleh berperan. Menurutnya, selama belum ada keputusan (rekomendasi) dari DPP, siapapun boleh campur tangan.
"Siapapun boleh berperan. Keputusan sudah diambil, kita tegak lurus," ujar Bambang, Rabu (2/9/2020).
Bambang 'Pacul' sapaan akrabnya itu menambahkan, selama belum ada keputusan dari pusat terkait rekomendasi partai, sekalipun itu Wali Kota diperkenankan untuk ikut campur tangan.
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
"Siapapun, sebelum keputusan diambil, monggo. Mau lobi-lobi silahkan. Mau pakai puasa 7 hari, kemudian ke dukun, diijinkan. Kan gitu. Begitu keputusan diambil, selesai," imbuhnya.
Namun di balik turunnya rekomendasi tersebut, apakah ada peran serta power sosok Risma ?, Bambang secara tegas menyatakan bahwa dirinya tak mengetahui hal tersebut.
"Peran Bu Risma untuk Eri ? Saya nggak tau lah kalau itu. Toh siapapun boleh berperan," tegas dia.
Baca juga: Perempuan Mabuk Pengemudi Outlander yang Tewaskan Pekerja Ditahan Polrestabes Surabaya
Sementara terkait kekecewaan pihak Wishnu karena tak direkom oleh partai, Bambang Pacul menjelaskan, kekecewaan di PDIP bagi prajurit itu tidak ada.
"Istilahnya, didalam menjadi seorang prajurit itu kita punya hati, pada perintah sudah diluncurkan maka hati kita, kita copot kita masukkan dalam kotak, kotaknya kita kunci buang itu kuncinya. Bekerja," tandasnya. (bro)
Editor : Redaksi