Hobi Pemuda Driyorejo ini Beli Burung di Pasar Lalu Dilepaskan

klikjatim.com
Ahmad Faruq saat melepaskan burung dari kandangnya di Pekarangan rumahnya (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pecinta satwa burung ini memang tak seperti pada umumnya.  Ahmad Faruq, warga Jalan Jamrud, Perumahan Kota Baru, Driyorejo, Gresik ini lebih banyak melepaskan burung ke alam bebas. Ketimbang dipelihara dalam sangkar layaknya penghobi burung lainnya.

[irp]

Baca juga: Pria Bersimbah Darah Ditemukan di Jalan Desa Driyorejo, Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan

Pria 37 tahun ini mengaku telah melepas ratusan ekor burung. Bebagai jenis, mulai Derkuku, Perkutut, Kutilang, Trucuk hingga Murai Batu.

"Bagi saya, mendengar kicau burung di alam bebas adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, karena itu adalah nikmat dari Allah SWT. Dan dari alam untuk alam," kata Faruq Selasa (1/9/2020).

Faruq sejak kecil suka melihat burung terbang di alam bebas. Memang ada burung murai batu yang ditangkar di pekarangan rumahnya. Hasilnya untuk modal membeli burung yang ada di pasaran untuk kemudian dilepas liarkan.

“Saya juga melepas burung Murai Batu ke alam bebas. Dan sebelum dilepas, saya pastikan kesehatannya terlebih dulu," ucapnya.

Baca juga: Job Fair Digelar di Driyorejo, Pemkab Dorong Pemerataan Kesempatan Kerja di Gresik Selatan

Induk-induk yang telah dilepasnya itu sebagian besar masih sering pulang untuk melihat atau memberi makan anak-anaknya. Sebagian burung yang dilepasnya ada yang membuat sarang dan berkembang biak di pepohonan yang berada di sekitar perumahan.

Faruq berharap apa yang dilakukannya ini bermanfaat bagi  generasi mendatang. Mereka  tetap bisa melihat bentuk dan menikmati kicauan berbagai macam jenis burung di alam bebas.

"Tujuan saya supaya kelak anak cucu bisa melihat bentuk dan kicau aslinya, bukan melihatnya dari layar handphone," ucapnya.

Baca juga: Istri Pekerja di Gresik Terima Santunan Rp 658 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan Driyorejo

Masyarakat yang memiliki kebiasaan menembak burung diminta untuk segera menyadari. Alam beserta isinya adalah bukan milik generasi sekarang, tapi juga milik generasi mendatang.

"Generasi mendatang juga berhak menikmati keindahan bentuk dan kicau berbagai macam jenis burung yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT," pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru