KLIKJATIM.Com | Surabaya—Lembaga survey Indopol merilih hasil survey terbarunya terkait persepsi publik dalam penanganan covid-19 di Jatim. Dalam survey yang dirilis Indopol ada implikasinya terhadap ekonomi dan politik di Jatim.
[irp]
Survey dilakukan mulai 23 hingga 28 Juli 2020. Sampel yang diambil meliputi beberapa kabupaten dan kota di Jatim.
Penanganan covid-19 yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mendapatkan respon positif warga Jatim. Artinya, masyarakat di Jatim puas dengan kinerja Pemprov Jatim yang digawangi Khofifah.
Dari kinerja itu, nama Khofifah semakin melambung dan bertengger di urutan kedua dengan tokoh nasional lainnya seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hingga Menkopolhukam Mahfud MD.
“Dalam pertanyaan tertutup, ada 15 figur pemimpin disodorkan. Hasilnya terdapat 5 nama teratas memiliki elektabilitas tinggi di Jawa Timur. Yakni Prabowo Subianto, Khofifah, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” kata Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto seperti yang tertulis dirilisnya, Senin (31/8/2020).
Menurut Ratno, nama-nama yang disodorkan kepada respoden berpeluang ikut bertarung dalam Pilpres 2024. Saat disodorkan kepada warga Jatim, Prabowo Subianto masih yang tertinggi. Kemudian disusul Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di urutan kedua.
“Nama Gubernur Khofifah berhasil menyodok ke urutan lima besar dan menempati urutan kedua mengalahkan Anis Baswedan, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” katanya.
Dikatakan Retno, dari hasil survei Indopol, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim dalam memperbaiki kondisi Jatim, utamanya terkait penanganan covid-19 dan implikasinya, memang cukup tinggi. Yakni mencapai 68,10 persen.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
Belum lagi tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi terlihat di institusi kepolisian, TNI maupun Gugus Tugas Penangan Covid-19 di daerah maupun Nasional.
“Beberapa program-program yang telah dilakukan seperti Kampung Tangguh, bansos, imbauan protokol kesehatan dan pembagian masker telah dinilai masyarakat bisa mengatasi kondisi dimasa pandemi covid-19 ini,” paparnya.
Dalam survey kali ini dilakukan dengan metode pengambilan sampel di beberapa kota dan kabupaten di Jatim.
“Metodenya kita pakai stratified random sampling di mana jumlah responden tiap kota atau kabupaten di Jatim diambil secara proporsional berdasarkan jumlah Penduduk 2018, sebagaimana tercatat di BPS Provinsi Jatim 2020,” tuturnya.
Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai
Adapun tujuan dilakukan survei, Ratno menjelaskan temuannya dalam 3 aspek.
Pertama, melakukan evaluasi kinerja Pemprov Jatim dalam penanganan covid-19 dari beberapa program dan kebijakanya.
Kedua, mengetahui perubahan perilaku sosial, budaya, ekonomi dan politik masyarakat Jawa Timur di tengah pandemi covid-19.
Dan ketiga, mengetahui dinamika politik akibat dampak kinerja pemerintah provinsi maupun kota/kabupaten dalam menanggulangi penyebaran covid-19. (hen)
Editor : Redaksi