GP Ansor Bangil Pertanyakan Ideologi Wasekjen MUI Najamudin

klikjatim.com
Ketua PC GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan Saad Muafi.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Ketua PC GP Ansor Bangil Saad Muafi mempertanyakan ideologi yang dianut Wakli Sekretaries Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Najamudin Ramly. Sebab, dari penjelesan Najamudin mengatakan jika ‘ajaran khilafah boleh didiskusikan tapi tidak boleh diimplementasikan’.

“Idelogi kebangsaan Wasekjen MUI layak dipertanyakan," kata Ketua GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi, Rabu (25/8/2020).

Baca juga: Sistem Kelistrikan Flores Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7, PLN Pastikan Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

[irp]

Muafi mengkritik lembaga kumpulan para ulama itu agar lebih subtantif dalam memberikan penjelasan kepada publik.

“MUI itu sebuah organisasi atau apa? Kok semua diurusi,” ujarnya.

Muafi mendesak agar pemerintah pusat memberikan sanksi tegas terhadap kelompok atau simpatisan yang masih tetap mencoba menyebarkan ajaran HTI.  

Baca juga: Hadiri Penyerahan Remisi HUT Ke-81 RI di Lapas Porong, Sekdaprov Jatim sebut Remisi Titik Balik Warga Binaan

Pihaknya mengaku sudah lama mendapat informasi dari masyarakat sekitar jika di rumah AH digunakan aktifitas kaderisasi HTI. AH juga disebut sebagai pengikut HTI. " Masyarakat sekitar dan para kyai sangat resah adanya kegiatan tersebut," imbuhnya.

PC Ansor Bangil melaporkan AH ke Polres Pasuruan beserta menyerahkan semua barang bukti (BB) ditemukan di rumah terlapor berupa bendera HTI, merusak foto Presiden RI Joko Widodo dicoret dan barang bukti lainnya. 

[irp]

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai

Sebelumnya, Polres Pasuruan sudah melakukan pemeriksaan kepada lima orang, di antaranya dari pihak pelapor. "Saat ini kita sudah periksa lima orang sebagai saksi," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda. 

Adrian menjelaskan, AH dilaporkan GP Ansor Cabang Bangil ke polisi terkait penghinaan di media sosial (medsos).

"Dan ini masih kita kembangkan," pungkasnya. (mkr) 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru