KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebanyak 12 perempuan Pejuang Kali menerjunkan diri menjadi pemulung sampah di sepanjang Kali Surabaya dari Gresik hingga Pintu Air Gunungsari Surabaya. Selain memungut sampah yang mengambang di sungai, para pejuang kali ini juga melakukan identifikasi timbunan sampah dan bangunan ilegal dibantaran kali.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Penanaman, Penaburan Benih Serta Panen Bersama di Kediri
Menurut Qiadatul Rizkiah, salahsatu perempuan pejuang kali yang juga mahasiswi Uinsa Surabaya ini, kegiatan susur sungai sekaligus menjadi aktivitas pengukuran kualitas air. "Jadi kami tidak hanya memulung sampah yang terapung di Kali Surabaya, namun juga melakukan penelitian dan pengukuran kualitas air sungai," ungkap Qiadatul Rizkiah.
Rizkiah menjelaskan jika dalam kegiata hari ini akan memunggut sampah plastik yang terapung dan mengidentifikasi merk sampah yang terapung disungai. Dengan susur sungai ini akan teridentifikasi lokasi tempat tempat sampah dan didorongkan kepada pengelola sungai untuk melakukan clean up dan himbauan agar warga tidak buang sampah ke Kali Surabaya.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta
Sementara itu Direktur Ecoton, Prigi Arisandi menjelaskan, kegiatan penyusuran Kali Surabaya oleh Perempuan Pejuang kali Surabaya sudah memasuki hari ketiga. Mereka menempuh rute Kalitengah Bambe menuju Gunungsari sejauh 10 Km. Selama perjalanan itu, para pejuang kali menemukan bangunan liar di tepi sungai dan timbunan-timbunan sampah di sejumlah titik.
"Di antaranya di Kelurahan Warugunung, Kelurahan Karangpilang Kota Surabaya. Kemudian Desa Tawang Sari dan Desa Ngelom Kecamatan Taman Sidoarjo. Keberadaan bangunan tidak terkendali sehingga menyebabkan kondisi kali Surabaya tercemar oleh bahan kimia organik," terang Prigi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Dukung TVRI Sukseskan Siaran Resmi FIFA World Cup 2026 di Jawa Timur
Dikatakan, lima perahu yang memuat 20 anggota tim ekspedisi susur Kali Surabaya tidak bisa meneruskan perjalanan ke etape ketiga di Rolak Gunungsari. Sebab, terhalang oleh hamparan sampah yang ada di bawah tol Gunungsari. Kegiatan Susur Kali Surabaya terdiri dari empat etape yaitu etape pertama Mlirip-Wringinanom, etape kedua Wringinanom-Kali tengah Bambe, etape ke tiga Kali tengah Bambe- Rolak Gunungsari dan etape terakhir atau etape keempat Rolak Gunungsari-Rolak Jagir.
"Kami terpaksa harus balik kanan karena perahu yang kami tumpangi tidak bisa menembus hamparan sampah enceng gondok yang ada dibawah tol Gunungsari," Ungkap Nely Agustin jurubicara Perempuan Pejuang Kali Surabaya yang menggagas kegiatan Ekspedisi Susur Kali Surabaya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar