Terpikat dengan Keterampilan Santri Membatik, Anggota DPR Yahya Zaini Siap Modali

klikjatim.com
Muhammad Yahya Zaini saat mengunjungi Pondok Pesantren Penaber, Sukaoneng, Tambak Bawean, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Keterampilan para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Penaber Sukaoneng, Pulau Bawean berhasil memikat hati seorang anggota DPR RI, Muhammad Yahya Zaini. Legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur ini mengaku sangat mengapresiasi beberapa keterampilan para santri, terutama dalam bidang membatik.

"Di sini tidak hanya pendidikan agama, tapi juga ada ilmu keterampilan sampai penghidupan santri sehingga tidak bergantung dengan bekerja sebagai pegawai negeri atau ikut orang lain. Dan, dengan keterampilan itu bisa menciptakan pekerjaan sendiri," ujar politisi kelahiran Bawean tersebut, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Dampingi Syeikh Afeefuddin ke Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah Motivasi Ribuan Santri Jadi Pemimpin Masa Depan

[irp]

Menurutnya, salah satu keterampilan yang harus lebih ditingkatkan adalah berwirausaha. "Ini yang sangat didorong karena pemerintah tidak mampu menciptakan, atau menyediakan lapangan pekerjaan bagi generasi Indonesia," paparnya.

Apalagi dalam situasi seperti sekarang. Sejak ada pandemi Covid-19 yang sekarang jumlahnya mencapai sekitar 10 juta kasus, diakui berdampak terhadap luar biasa. Banyak orang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

Belum lagi setiap tahunnya ada lulusan SMA atau perguruan negeri, sehingga tingkat pengangguran pun bertambah. "Kalau generasi muda hanya mengharapkan diberikan pekerjaan oleh pemerintah atau perusahaan, itu tak akan tertampung. Maka yang didorong oleh pemerintah, bagaimana berwirausaha," ujarnya.

[irp]

Dan, Yahya Zaini mengaku akan konsentrasi mendorong kreativitas anak-anak muda termasuk santri di Ponpes Penaber. "Saya sangat konsen dan saya akan memfasilitasi usaha membatik di Pondok ini. Bagaiamana membantu pasar batiknya, permodalannya, dan UMKM pondok ini," urai anggota legislatif yang campuran darah Aceh itu.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Lahirnya keterampilan para santri tersebut diakui, secara tidak langsung juga ikut melestarikan kesenian Bawean. Karena kesenian ini hilang dari sebagian generasi milenial di pulau terluar Kabupaten Gresik. Di antaranya seni pencak silat, dungka, kercengan, dan beberapa yang lain.

"Kalau tidak melestarikan, maka akan hilang dan sirna atau punah di Pulau Bawean. Masyarakat tanpa budaya tidak punya identitas, sehingga masyarakat harus mendukung pelestarian kesenian di Bawean," pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru