Penyaluran Bansos Telat Penyebab Melemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jatim

klikjatim.com
Jatim paling rendah mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Di antara penyebab melemahnya ekonomi di Jatim adalah karena penyaluran bantuan sosial (bansos) telat. Sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi (penurunan siklus ekonomi).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa mengatakan, untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi di Jatim, Khofifah mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya kontraksi ekonomi yaitu telatnya penyaluran bantuan sosial (bansos). Sehingga dirinya meminta agar penyaluran bansos dilakukan secara tepat waktu. Ia menyebutkan, jika penyaluran itu terlambat maka akan berimplikasi kontraksi ekonomi.

Baca juga: Dugaan Kredit Fiktif di BRI Sumenep, Penyidik Didorong Buka Peran AO

[irp]

"Yang sebetulnya menjadi kontributor terjadinya kontraksi ekonomi pertama adalah pengeluaran rumah tangga ini 59,4 persen. Kalau di-break down lagi, ternyata pengeluaran tertinggi untuk makan, minuman dan rokok ini sebesar 31,46 persen. Jadi kalau misalnya penyaluran bantuan panganan tunai itu telat, langsung kemudian berimplikasi kepada kontraksi ekonomi," ujar Khofifah di Kota Batu, Kamis (13/8/2020) malam.

Karena itu, ia mendorong agar koordinator PKH kabupaten/kota, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) hingga pendamping lansia agar tidak telat memberikan bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca juga: Sapa Bansos di Sidoarjo, Khofifah Salurkan Rp3 Miliar Lebih untuk Perkuat Ekonomi Warga Jelang Ramadhan

Mantan Mensos RI itu juga berharap bansos dari pemerintah kepada KPM bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang sifatnya kebutuhan pokok masyarakat.

"Mari kita kerja keras untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agar kembali tumbuh positif, masyarakat lebih sejahtera PHK bisa kita cegah. Tetap semangat jaga protokol kesehatan. Kerja keras dan iringi dengan do'a," pungkasnya. 

[irp]

Baca juga: Tak Digaji Selama 2 Tahun dan Kena PHK, Lima Buruh Mengadu ke DPRD Sumenep

Sekedar diketahui, pada kuartal dua tahun 2020, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi. Di Pulau Jawa sendiri, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan kontraksi terendah yakni sebesar -5,90 persen.

Kontraksi ekonomi ini tidak hanya terjadi di Jatim. Namun juga terjadi di seluruh provinsi se-Pulau Jawa, dan prosentase kontraksi di Jatim menjadi yang terendah. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru