Pekerja Seni Surabaya Luruk Balai Kota, Bawa Poster ‘Gara-gara Corona Aku Jadi Janda’

Reporter : Wahyudi
Para pekerja seni Surabaya menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Ratusan pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerje Seni Budaya (APSS). Mereka mendatangi Balai Kota Surabaya dengan membentangkan poster bertuliskan ‘Gara-gara Corona Aku Jadi Janda’.

Para pekerja seni ini sudah bosan menganggur. Sudah 5 bulan mereka tak bisa mencari nafkah. Mereka ingin bisa kembali berkesenian kembali dan mencari nafkah setelah lama tidak kerja.

Baca juga: Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Integritas dan Karakter Kuat

[irp]

Mereka menggelar aksi di depan Balai Kota Surabaya menuntut Wali Kota Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran diperbolehkannya hajatan dan izin hiburan malam.

Salah satu yang terdampak ialah para pekerja di bidang tarik suara. Dessy adalah salah satunya. Ia bersama dengan kawan-kawan seprofesi ikut turun aksi bersama para pekerja seni lainnya di depan Balai Kota di Jalan Sedap Malam.

"Lima bulan setengah sudah tidak kerja. Pertengahan Maret kita off, semua job dibatalkan semua," kata Dessy seorang janda dua anak, Rabu (5/8/2020).

Dessy juga menceritakan selama lima bulan lebih tidak menyanyi dari panggung ke panggung. Wanita berambut pirang itu harus memutar otak agar bisa bertahan dan menghidupi dua anaknya yang saat ini duduk di bangku SD dan TK.

Baca juga: Ajang Kalibrasi Kompetensi Layanan AHASS, MPM Honda Jatim Sukses Gelar 30th AHM-TSC Regional Jatim dan NTT

"Tidak ada lagi penghasilan. Terpaksa membongkar celengan hingga menjual peralatan elektronik. Semuanya habis," ungkap Dessy.

Selama belum ada covid-19 dan manggung dilarang, Perempuan asal Benowo, Surabaya ini mengaku setiap akhir pekan sering menerima job menyanyi dari panggung ke panggung.

"Sekali main dapat Rp 300 ribu, lain kalau dapat saweran, itu pun alhamdulillah kalau ada saweran," ujar Dessy.

[irp]

Baca juga: Tingkat Pengangguran Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif

Dessy juga bercerita teman seprofesi dengannya sebenarnya memiliki keahlian jika job menyanyi sepi. Yakni membuat dan berjualan donat. Namun saat membuka lapak selalu diobrak (ditertibkan) Satpol PP Kota Surabaya.

"Ada teman juga jualan donat. Sudah dibuka tapi diobrak oleh Satpol PP nggak boleh buka. Jadi ya susah buat makan setiap hari," ungkap Dessy.

Dessy bersama rekan-rekan berharap pandemi segera berakhir dan bisa manggung kembali dan Pemkot Surabaya agar segera memenuhi aspirasi para pekerja seni. (hen)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru