KLIKJATIM.Com | Kediri - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menegaskan, ada dua strategi yang harus dilakukan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa menang di pasar ekspor. Hal itu disampaikan dalam acara Webinar yang diadakan Kadin Kediri bersama Bank Indonesia Kediri.
"Strategi ini ada dua, utama dan penunjang. Strategi utama tersebut adalah konsisten dalam empat hal. Konsisten dalam kualitas produk, konsisten dalam kuantitas produk, konsisten dalam harga dan terakhir konsisten dalam hal waktu," tuturnya.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
[irp]
Strategi utama ini menurutnya tidak hanya harus dilakukan oleh UMKM untuk memenangkan pasar ekspor tetapi juga untuk memenangkan pasar domestik. UMKM harus benar-benar fokus konsisten dalam kualitas produksi. Ini sangat penting karena masih banyak UMKM yang kualitasnya tidak stabil. Sementara konsisten dalam hal kuantitas juga diperlukan agar tidak menggangu kontrak yang telah dibuat dengan pembeli luar negeri. Karena kadang UMKM ini sekali waktu bisa memproduksi banyak tetapi sekali waktu tidak. Konsisten dalam harga karena terkait dengan kepercayaan dan konsisten dalam hal waktu terkait dengan jadual pengiriman barang.
Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025
[irp]
"Strategi kedua atau strategi pendukung. Misalnya, bagaimana UMKM bisa memanfaatkan online marketing atau digital marketing serta menggunakan market place yang level internasional untuk memasarkan produk yang dijual. Dalam hal ini, Kadin Jatim telah membentuk tim untuk memberikan pelatihan kepada mereka bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam hal pemasaran," tandasnya.
Baca juga: Salahgunakan Izin Tinggal, Dua Warga Tiongkok Dideportasi Imigrasi Kediri
Selain itu, UMKM juga harus bisa memanfaatkan jaringan internasional yang dimiliki Indonesia di luar negeri, seperti Konsul dagang, Diaspora dan Kadin Jatim Representatife Office. Atau jaringan The Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), yaitu organisasi nirlaba milik pemerintah di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pengembangan Expor Nasional Indonesia. (bro)
Editor : Redaksi