Diluruk Ormas, Aktivis PRD Dievakuasi Polisi

Reporter : Wahyudi
Anggota FPI membakar bendera PRD yang tertinggal di sekretariat

KLIKJATIM.Com I Surabaya - Acara diskusi dalam rangka peringatan HUT Partai Rakyat Demokratik ke-23 Tahun urung dilakukan. Bahkan rencana kegiatan itu menimbulkan kegaduhan akibat ditentang sejumlah ormas. Sedianya diskusi akan mendatangkan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, pengacara Sholeh dan budayawan DR. S.J. Angga MBA. MPP. MTh di Rumah Makan Sari Nusantara Jalan Gubernur Suryo No.24, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya."Saya diberitahu oleh pihak rumah makan kalau tidak boleh itupun jam 3 sore atau mendadak sekali. Mengingat acara rencanaya akan dimulai pukul 18.00," ujar Ketua KPK PRD Surabaya Samirin, Senin (22/7/2019).

[irp]Ditambahkan Samirin, selian hambatan dari pemilik restoran, hambatan juga datang dari aparat keamanan, Polrestabes belum mengeluarkan izin. Padahal,pihak PRD sudah mengajukan sejak Sabtu (20/7/2019) . "Lagi-lagi alasannya enggak jelas karena katanya kita mau diserang kelompok-kelompok reaksioner. Landasannya apa, kan sudah jelas kita berjuang bagi membangkitkan Pancasila sebagai sebuah kemenangan di Indonesia ini," lanjutnya.

Gagal menggelar diskusi di Rumah Makan Sari Nusantara, rupanya aktivifis PRD menggeser kegiatan di sekretariat mereka di Bratang Gede. Rupanya hal ini juga diketahui ormas. Para ormas yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) mendatangi untuk membubarkannya .

[irp]Ada sekitar 40-an anggota PRD menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun PRD ke-26 tahun di sekretariat dua lantai tersebut, Senin (22/7) malam. "Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan .Setelah ada informasi akan datangnya ormas, pihaknya kemudian melepas semua atribut berupa spanduk acara dan bendera PRD. Mereka lalu dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk meninggalkan lokasi.

[irp]Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan PRD tersebut belum mengantongi izin dari pihak kepolisian. Bahkan acara tersebut banyak ditentang oleh masyarakat. "Sampai dengan hari ini belum ada pemberitahuan untuk itu. "Saya juga sudah ngecek ke intel belum ada pemberitahuan untuk itu," kata Sandi.

[irp]Sehingga, kata Sandi, pihak kepolisian bakal tak segan membubarkan acara tersebut jika panitia tetap memaksa untuk menggelar acara.Di sisi lain, Wali Laskar Pembela Islam (LPI) Surabaya Agus Fachrudin menjelaskan, pihaknya bakal tegas mengecam kegiatan diskusi hari jadi PRD tersebut. Alasannya, PRD dinilai sebagai ormas terlarang dan sudah dibubarkan oleh pemerintah. "Kita kan negara hukum acara-acara seperti ini ya kita tentang. Sebagaimana aturan Kementerian Dalam Negeri terlarang ya terlarang,” ujar Agus.Warga setempat mengakan juga kaget dengan adanya aparat dan ormas yang akan membubarkan acara tesebut. " Saya tidak tahu kalau rumah itu digunakan oleh orang neo komunis atau komunis baru. Rumah itu baru ditempati sekitar 2 bulan lalu," papar Sodiq.(lam/rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru