KLIKJATIM.Com | Gresik—Pemkab Gresik terus berupaya secara maksimal agar Gresik keluar dari zona merah. Langkah yang dilakukan salah satunya dengan meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan di kota pudak.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto berharap pada bulan Agustus mendatang Gresik sudah mengikuti Sidoarjo keluar dari Zona Merah.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
"Kami terus berupaya secara maksimal agar kasus positif Covid 19 tidak bertambah banyak. Alhamdulillah saat ini jumlah kasus positif sudah melandai," kata Sambari. Senin (27/7/2020).
[irp]
Bupati dua periode itu menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisir dampak penyebaran virus covid 19. Mulai dari pendisiplinan masyarakat agar menggunakan masker, menerapkan social distancing dan psycal distancing.
"Tim tracing terus bergerak secara cepat. Begitu ada kasus baru langsung dilacak dan dilokalisir. Semua pihak termasuk 3 pilar terlibat sehingga jumlah kasus positif semakin landai," imbuhnya.
Meski demikian, pria yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati dua periode itu menegaskan bahwa pondok observasi dan rehabilitasi Covid 19 Gelora Joko Samudro (Gjos) tetap difungsikan.
"Gejos tetap dipakai. Tenaga medis dan dokter tetap kami standbykan. Nanti pola pengaturannya akan kami rapatkan. Sebab, masih banyak juga warga Gresik yang saat ini dirawat di rumah sakit Surabaya," paparnya.
Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025
Terakhir sambari juga mengucapkan terimakasih kepada semua tenaga kesehatan, dan para medis yang selama ini memiliki dedikasi penuh dalam mengobati para pasien serta membantu pemerintah mengatasi penyebaran Covid 19 di Gresik.
"Keberhasilan ini berkat kebersamaan Pemerintahan, Forkopimda, Satgas Covid-19, 3 pilar TNI POLRI, termasuk para Kades, RW dan RT dan awak media dalam membantu sosialisasi protokol kesehatan," tuturnya.
Sambari juga meminga agar masyarakat tetal melaksanakan disiplin protokol kesehatan sebelum vaksin covid 19 ditemukan.
"Maskerku maskermu, aku sehat, kamu sehat, kita semua sehat dan indonesia selamat,"pungkas Sambari.
Baca juga: Serahkan SK PNS dan Perpanjangan PPPK, Bupati Gresik Tekankan Integritas ASN
Sementara itu Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 sekaligus Kadinkes Gresik drg. Saifudin Ghozali mengatakan, Gejos mulai menerima pasien positif covid dengan kriteria, sebagaimana berikut:
- Pasien usia 17 sampek 50
- Tanpa comorbid
- Tanpa gejala atau gejala sangat ringan
- Tdk dalam keadaan hamil
[irp]
Adapun upadate pasien Covid-19 Minggu (26/07/2020) jumlah positif covid 19 mencapai 1.628 kasus. Dengan rincian sebanyak 730 pasien dirawat, 759 pasien sembuh dan 139 pasien meninggal dunia.
Sedangkan Orang Dalam Resiko (ODR) di Gresik mencapai 1.280 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 859 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.662 orang dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) mencapai 920 pasien. (mkr)
Editor : Redaksi