KLIKJATIM.Com | Gresik - Warga Gresik Selatan ancam melakukan hak pilih golput jika tidak calon bupati atau wakil bupati dari Gresik Selatan yang meliputi tujuh Kecamatan.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Hal tersebut ditandai dengan bertebaran baliho berukuran besar terpasang di wilayah Gresik selatan. Baliho bertuliskan "SAPAPUN BUPATINYA WAKIL NYA HARUS DARI GRESIK SELATAN". Baliho tersebut dipasang warga di sejumlah tempat di wilayah Gresik Selatan seperti di Kecamatan Driyorejo.
"Bukan tanpa alasan masyarakat memasang puluhan baliho di sepanjang jalan di beberapa kecamatan wilayah Gresik Selatan. Masyarakat Gresik Selatan ingin adanya wakil pemimpin dari selatan. Selama 20 tahun ini, Bupati maupun Wakil Bupati Gresik selalu dari Gresik utara. Akibatnya, banyak terjadi ketinggalan di Gresik Selatan, baik dari segi pembangunan infrastruktur jalan maupun layanan masyarakat," ungkap Aris Gunawan, Pemerhati Pembangunan Gresik selatan, Sabtu (25/7/2020).
Menurutnya, banyak tokoh dari Gresik Selatan yang layak memimpin Gresik. Tokoh-tokoh itu punya latar belakang sebagai politikus dan juga pengusaha atau pun profesional.
"Banyak sekali tokoh Gresik Selatan yang mampu dan mumpuni menjadi Bupati maupun Wakil Bupati. Tapi kenapa tidak pernah dilirik partai maupun pasangan bupati selama ini," tambah Aris.
[irp]
Pihaknya enggan menyebut siapa tokoh itu, yang jelas sebanyak 48% pemilih di Pilkada Gresik berasal dari wilayah Gresik Selatan yang terdiri dari tujuh kecamatan.Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo, Wringiananom, Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.
Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025
Warga lainnya, Agus Hendroyono mengaku mendapat banyak aspirasi dari warga agar ada pemimpin Gresik berasal dari Gresik Selatan, entah itu sebagai Bupati atau Wakil Bupati.
"Selama 20 tahun sejak tahun 2000 hingga 2020, Gresik dipimpin oleh Bupati dari Gresik Utara. Tokoh politik jangan hanya mencari keuntungan yang mengatasnamkan kepentingan rakyat. Tolong kami warga Gresik Selatan diperhatikan. Dan kami juga siap golput jika memang warga Gresik Selatan hanya dijadikan lumbung untuk mendulang suara para elit politik dan juga para cabup dan cawabup," tegas Agus.
[irp]
Yang membuatnya lebih kecewa adalah selama ini perkembangan di Gesik Selatan kurang diperhatikan, bahkan tidak tersentuh sekalipun.
Baca juga: Serahkan SK PNS dan Perpanjangan PPPK, Bupati Gresik Tekankan Integritas ASN
"Kami berharap para elit politik di Gresik Selatan jangan cuma bisa menebar janji manis ketika kontestasi. Tapi kami berharap mereka bisa mewujudkan janji yang mereka gaungkan," tutupnya.
Sekadar informasi, menjelang Pilkada Gresik yang akan digelar pada Desember 2020, sejumlah tokoh mulai bermunculan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Mulai bertebarab baliho, spanduk, sampai media sosial turut digunakan sebagai sarana untuk sosialisasi pengenalan calon.
Dan tak sedikit pula yang memperkenalkan diri ke warga secara langsung. Sebut saja diantara mereka ialah Moh Qosim, Fandi Akhmad Yani, Aminatun Habibah, dr Asluchul Alif dan sejumlah tokoh lainnya. (bro)
Editor : Redaksi