Kunci Gresik, PKB Optimis Menangkan 10 Pilkada di Jatim

klikjatim.com
Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Fauzan Fuad

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur optmis bakal memenangkan 10 wilayah pemilihan kepala daerah. Setelah merekomendasikan Ketua DPC PKB Gresik sebagai Calon Bupati Gresik, partai berlambang bintang sembilan ini segera memberikan rekomendasi kepada 10 daerah di Jawa Timur.

[irp]

Baca juga: Seluruh Ponpes Wajib Urus Izin Persetujuan Bangunan Gedung

Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Fauzan Fuadi kepada wartawan di Surabaya menjelaskan, DPP PKB sudah menyiapkan rekomendasi untuk 10 daerah di Jatim. Ke-10 rekomendasi tersebut diajukan oleh kader internal, sehingga pihaknya optimis bakal memenangkan pilkada.

Salahsatunya yang sudah direkomendasikan adalah Moch Qosim, Ketua DPC PKB Gresik yang saat ini memiliki elektablitas cukup tinggi. "Rekomendasi turun dalam waktu dekat. 10 daerah di Jawa Timur condong ke kader internal," kata Fauzan Fuadi.

Disebutkan, kesepuluh daerah yang disiapkan untuk memenangkan Pilkada Serentak 2020 masing-masing Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban, Lamongan, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar , Kota Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi dan Mojokerto.

[irp]

Baca juga: PKB Sambut Positif Pembentukan Ditjen Pesantren, Dukung Percepatan Transformasi Pendidikan Islam

Sementara daerah lain yang diharapkan bisa memenangkan konstetasi Pilkada Serentak adalah Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Kota Pasuruan. Di beberapa daerah PKB juga menjadi pemenang di pemilihan legislatif. Sehingga, partai yang kini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini memiliki nilai tawar untuk mengusung kadernya. "Di beberapa daerah tersebut kami memiliki kader yang elektabilitasnya cukup tinggi," katanya.

Khusus di Sidoarjo saat ini PKB masih menimbang 3 kader internal yang diajukan. Masing-masing, Ahmad Amir Aslichin (Mas Iin, Anggota DPRD Jatim dari dapil Jatim 2(Sidoarjo)), Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur, Plt Bupati Sidoarjo), dan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), Sekretaris GP Ansor Sidoarjo, sekaligus putra tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali).

Di luar sepuluh daerah tersebut, PKB kini menimbang calon yang bisa menjadi representasi Nahdliyin. "Bisa menjadi bagian dari NU atau yang memiliki perhatian terhadap NU," kata Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim ini.

Baca juga: Fraksi PKB Jember Minta Aksi Unjuk Rasa Tidak Anarkis, Akui Banyak Aspirasi Belum Terserap

Bahkan, PKB menargetkan di 19 daerah penyelenggara pilkada di Jawa Timur bisa berasal kader Nahdlatul Ulama (NU). "100 persen wajib dari NU. Sekalipun, bukan dari PKB," kata Fauzan.

Dijelaskan, salah satu persyaratan bakal calon yang akan diusung PKB memang harus bersedia menandatangani kontrak politik dengan NU. Para calon kepala daerah wajib berkomitmen bahwa setelah terpilih, harus bisa memperjuangkan NU. Bahkan, setelah rekomendasi dari partai turun, para calon kepala daerah juga harus mengikuti proses bai'at untuk ikut membesarkan NU.

Fauzan beralasan kader NU memiliki kemampuan memimpin daerah. Selain itu, juga karena soal potensi keterpilihan. "Sehingga, kalau kader NU ada, kenapa harus yang lain. In sha Allah, kader NU mumpuni," terangnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru