OJK Gandeng Bank Jatim Survei pemulihan Perekonomian di Sektor Pertanian

klikjatim.com
Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Jatim melakukan survei pada sektor pertanian. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sektor pertanian menjadi sasaran survei karena sektor ini sebelumnya sudah mendapat pendampingan dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) dan kucuran kredit dari Bank Jatim.

[irp]

Baca juga: Bank Jatim Borong Penghargaan The Asian Post, Kinerja Keuangan 2025 Dinilai Sangat Baik

Survei tersebut menekankan pada identifikasi dampak pandemi Covid-19 di sektor riil sekaligus menggali kegiatan usaha yang bisa didorong untuk menjadi motor pemulihan ekonomi Jawa Timur.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi, dalam rilisnya, Senin (20/07/2020), menjelaskan, OJK telah melakukan pertemuan dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Jatim pada Senin (06/07/2020), serta Asosiasi Pengusaha sektor riil di Jawa Timur Selasa (07/07/2020). Hal ini untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan perekonomian yang berpotensi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Pada sektor pertanian produksi padi, responden yang dipilih adalah Gapoktan Pojok kulon di Kabupaten Jombang. Secara umum untuk produksi padi tidak terdampak pandemi COVID19 secara signifikan baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

"Tetapi sempat terkendala masalah distribusi, namun kembali normal setelah terdapat pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)." kata Bambang seperti dilansir JNR.

Baca juga: Dirut Bank Jatim Raih Penghargaan PWI Jatim sebagai Tokoh Transformasi Perbankan Daerah

Sementara guna untuk budidaya ikan patin di Desa Pager Sari Kabupaten Tulungagung kendala yang muncul adalah turunnya permintaan ekspor, khususnya dari Timur Tengah akibat adanya penundaan ibadah haji dan umroh.

"Dampaknya pembudidaya ikan patin harus menurunkan jumlah produksinya dan mencari alternatif pengolahan serta pemasaran lokal. Untuk mendukung hal itu, perlu dilakukan penguatan kelembagaan baik untuk petani padi maupun pembudidaya ikan patin misalnya melalui pembentukan koperasi."tuturnya.

[irp]

Baca juga: Dorong Konektivitas Digital, Bank Jatim Siap Luncurkan JConnect Versi Terbaru

Di sisi lain OJK dan industri perbankan telah memberikan stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi tersebut, yaitu melalui restrukturisasi kredit. Berdasarkan data per tanggal 13 Juli 2020 data restrukturisasi kredit di Jawa Timur tercatat sebesar Rp 84 triliun dengan jumlah debitur lebih dari 1 juta orang, terbesar kedua setelah Jawa barat.

Selain itu, dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di sektor riil, Pemerintah juga telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun untuk pemberian subsidi bunga melalui bank Himbara. Sehubungan dengan hal tersebut, OJK melalui TPAKD berupaya untuk mendukung PEN khususnya untuk sektor UMKM.

Sedangkan menurut Bambang Mukti Riyadi, dengan adanya kebijakan restrukturisasi yang diberikan Bank dan subsidi bunga dari pemerintah diharapkan dapat membantu sektor riil untuk tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19 dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi khususnya di Jawa Timur. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru