KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lewat akun Instagram pribadinya, @khofifah_ip, Minggu (19/7/2020) siang meminta desa-desa di Jatim tidak lagi "Ndeso".
Dalam postingan itu, Khofifah menyebut jika desa-desa di Jatim sebenarnya bisa saja berevolusi menjadi lebih baik, asalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dikelola dengan profesional.
Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL
Pasalnya, kata dia, sudah ada beberapa desa di Jatim yang berhasil merubah status desa tertinggal menjadi desa maju berkat profesionalitas dalam mengelola BUMDes.
[irp]
"Meski rerata baru berusia lima tahunan, namun banyak BUMDes di Jatim yang sudah berhasil mengangkat derajat desa dan masyarakatnya," ujarnya.
Ia mencontohkan, BUMDes Kerto Raharjo di Kabupaten Malang, yang memiliki satu unit andalan berupa ekowisata bambu yakni wisata Boonpring.
Baca juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran, Dapat Insentif Rp3 Miliar
Perlu diketahui, dengan bermodal suntikan dana desa sebesar Rp.170 juta rupiah, kini wisata Boonpring memilik omzet yang fantastis mencapai miliaran rupiah. Bahkan, wisata Boonpring ini mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga ratusan juta rupiah.
Sebab itulah, Khofifah berharap agar seluruh desa di Jatim termotivasi untuk mengelola BUMDes dengan cara yang lebih profesional.
[irp]
Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang
"Semoga desa-desa lain di Jatim semakin terpacu dalam mengelola BUMDes secara lebih profesional. Siapa bilang desa itu ndeso?," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi