Khofifah Minta Pengelolaan BUMDes di Jatim Profesional

klikjatim.com
Salah satu BUMDes di Malang yang sudah profesional.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lewat akun Instagram pribadinya, @khofifah_ip, Minggu (19/7/2020) siang meminta desa-desa di Jatim tidak lagi "Ndeso".

Dalam postingan itu, Khofifah menyebut jika desa-desa di Jatim sebenarnya bisa saja berevolusi menjadi lebih baik, asalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dikelola dengan profesional.

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

Pasalnya, kata dia, sudah ada beberapa desa di Jatim yang berhasil merubah status desa tertinggal menjadi desa maju berkat profesionalitas dalam mengelola BUMDes.

[irp]

"Meski rerata baru berusia lima tahunan, namun banyak BUMDes di Jatim yang sudah berhasil mengangkat derajat desa dan masyarakatnya," ujarnya.

Ia mencontohkan, BUMDes Kerto Raharjo di Kabupaten Malang, yang memiliki satu unit andalan berupa ekowisata bambu yakni wisata Boonpring.

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Perlu diketahui, dengan bermodal suntikan dana desa sebesar Rp.170 juta rupiah, kini wisata Boonpring memilik omzet yang fantastis mencapai miliaran rupiah. Bahkan, wisata Boonpring ini mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga ratusan juta rupiah.

Sebab itulah, Khofifah berharap agar seluruh desa di Jatim termotivasi untuk mengelola BUMDes dengan cara yang lebih profesional.

[irp]

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

"Semoga desa-desa lain di Jatim semakin terpacu dalam mengelola BUMDes secara lebih profesional. Siapa bilang desa itu ndeso?," pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru